JOEKARNEDY di KAA

jokarnedy

“Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF, dan ADB adalah pandangan yang usang dan perlu dibuang. Saya berpendirian pengelolaan ekonomi dunia tidak bisa diserahkan pada tiga lembaga keuangan itu. Kita mendesak reformasi arsitektur keuangan global.

Saat ini butuh pimpinan global yang kolektif dan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang bangkit sebagai negara berpenduduk muslim di muka bumi dan Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga di dunia siap memainkan peran global. Indonesia siap bekerjasama dengan berbagai pihak mewujudkan cita-cita itu” (Jokowi- April-2015-KAA)

Waduh ini keberanian.. he defenetely got the guts.. Hampir mendekati nekat. Impressive! Bukan hanya soal Palestina, tetapi melepas borgol bank dunia. Bisa2 akan tambah dihancurkan karakternya, ekonomi tambah diserang, rakyat tambah dipanaskan dan upaya penggulingan bisa semakin terlihat. Bagaimanapun juga yang pasti dia telah terjemahkan bahasa kaum tertindas di sana, secara resmi di KAA, di hadapan mata dan telinga dunia. Bahasa kebenaran yang dengannya memperlihatkan Che Ghandi Lutherking Chavez dan Kennedy beralih ke Indonesia angkat suara. Bukankah setelah serius menegaskan masalah itu Soekarno digulingkan, kala menarik diri dan mulai hendak menasionalisasi Soeharto pun digulingkan. Ketika Kennedy fokus mengangkat masalah itu
(lihat;http://www.michaeljournal.org/kennedy.htm , http://rense.com/general76/jfkvs.htm , https://www.youtube.com/watch?v=xhZk8ronces
dia menjadi sasaran peluru di Dallas.

Suara tersebut kini bergema dari bandung kawan, dari pojok dunia, dari negara yang biasa dimainkan saja, dari pemerintahan yang biasanya hanya perlu dibujuk atau di-intimidasi saja. kini Indonesia ingin benar-benar merdeka, bukan hanya sendiri, tetapi bersama-sama. Merdeka dari belenggu ekonomi setan dunia, dari jajahan dajjal durjana. Merdeka bersama semua negara dunia yang selama ini sengaja di buat terbelakang dan ekonominya dikuras hilang.
Suara itu sendiri seakan menyatakan “Siap-siaplah” dunia, Indonesia sudah letih menjadi pion, kini ia kan melangkah menjadi ratu dalam catur politikmu.
Namun dengannya kan banyak tekanan tajam dari luar, cobaan dari dalam, dan teriakan kaum khawarij yang keluar dari Shiffiin.

Ada hal yang saya sedihkan, diantaranya ketika kita mengapresiasi Presiden saat ini, maka ada yang menerjemahkan berarti mendiskreditkan calon yang tidak jadi, padahal masa kampanye sudah selesai. Masing2nya mempunyai pengaruh besar sementara Title adalah nama Tugas dan tanggung jawab dan keduanya adalah sama2 nomor satu untuk niat tulus kerja mereka membangun bangsa. Tidak harus kita selalu melihat dengan buruk sangka dan fanatik buta, Mereka bisa jadi sudah saling siap bekerja sama demi negara dan bangsa. Mengapa harus selalu masih membuat kubu dan berfikir harus saling main siku? ketika memuji yang satu tidak harus berarti menghina yang lain, para penulis analisa juga layaknya tidak terpancing untuk membanding2kan yang sudah tidak lagi diperlukan. Pola pikir kampungan ini masih terasa kental di banyak berita dan tulisan2 lepas. Ini adalah kebodohan yang menjadikan bangsa lemah dan tak pernah bisa bersatu dalam kancah. Memang pasti selalu ada pihak yang suka memecah belah demi kepentingannya yang berdarah, namun masyarakat hendaknya bisa lebih dewasa dan tidak mudah difitnah.
Berfikir positif itu penting bukan hanya dalam sikap individual, tetapi sosial.

Dan pada hari ini di dalam gedung ini berkumpullah pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa yang tadi itu! Mereka bukan lagi menjadi mangsa kolonialisme. Mereka bukan lagi menjadi alat perkakas orang lain dan bukan lagi alat permainan kekuasaan-kekuasaan yang tak dapat mereka pengaruhinya. Pada hari ini Tuan-tuan menjadi wakil bangsa-bangsa yang merdeka, bangsa-bangsa yang mempunyai tokoh dan martabat lain di dunia ini.

Orang sering mengatakan kepada kita, bahwa “kolonialisme sudah mati”. Janganlah kita mau tertipu atau terninabobokan olehnya! Saya berkata kepada Tuan-tuan, kolonialisme belumlah mati. Bagaimana kita dapat mengatakan ia telah mati selama daerah-daerah yang luas di Asia dan Afrika belum lagi merdeka! (Soekarno- April 1955-KAA).
Kita mendesak reformasi arsitektur keuangan dunia, menghilangkan dominasi kelompok negara atas negara lainnya.

Terpampang di hadapan kita ada 20 negara kaya, sementara 1,2 milyar jiwa tidak berdaya dalam kemiskinan. Dunia yang kita warisi saat ini sarat dengan ketidak-adilan, kesenjangan. (Jokowi- April 2015).

Saya kurang percaya reinkarnasi, tapi kemarin saya lihat Soekarno telah kembali.

Menulis politik sebenarnya bukan gado2 saya, tetapi melihat apa yang disampaikan di KAA kemarin telah mengundang gairah untuk memberi note catatan kaki ini.

Negeriku Bukan Tong Sampah!!

sampah_kali

Suatu hari, bersama istri, saya pergi berlibur ke pulau Anyer. Kami tinggal di villa kawan yang mengundang. Siang hari, ketika kami sedang duduk minum teh sambil menghadap dinding kaca menikmati pemandangan indah laut bebas yang terbentang, terlihatlah seorang pembantu penjaga villa yang membersihkan semua meja teras. Dia mengumpulkan sisa makanan yang ada di meja dan menuang isi asbak ke nampan yang dibawanya.. dia berjalan lurus ke depan dan tanpa merasa bersalah dia buang semua sampah yang ada di nampan itu ke tepi laut di bawah.
Kaget dan Luar biasa sedihnya kami. Yang menyakitkan adalah berarti itulah yang dilakukan penjaga itu setiap hari. Kami pun memutuskan untuk bangkit dan melihat tepi bawah laut bebas yang tersembunyi di balik dinding fondasi villa itu. Ternyata benar. Pasir putih tepi pesisir laut sudah tertutupi sampah yang membukit. Kami tengok kanan dan kiri dan ternyata itu bukan hanya depan villa yang kita tempati saja, melainkan sejejernya juga demikian. Kalau masyarakat rata2 seperti itu, maka tidak heran pulau seribu telah lama menjadi halte sampah2 yang berlayar dari laut ancol. Betapa mengilukannya kala kita melihat dari sungai sampai laut penuh dengan sampah berenang. Ini adalah air mata tanah air yang seakan tak pernah terusap.

sampahJ
seakan sudah hal yg biasa dan lumrah kalau kemanapun kita berjalan bisa melihat sampah di mana-mana. sekarang kan sudah tahun 2014.. betapa sedihnya kita melihat negeri tercinta yang penuh dengan pemandangan Indah namun selalu ditusuk oleh dominasi kehadiran sampah. Perhatikanlah.. tiap pinggiran jalan bahkan kadang tengahnya pasti diwarnai sampah. Kalau pun makan di restoran, apalagi yang di pinggir jalan sudah pasti ada dua makhluk lain yang nimbrung ikut makan bersama (tikus dan laler). Betapa memalukan.. Tapi bukan karena urusan malu, ini adalah pokok kesehatan jiwa raga manusia. Negara2 lain sudah punya management sampah yang bagus dan hampir ada tersusun rapi di setiap sudut. Isinya sudah dipisah dan diberi warna ada yg yang khusus kardus, plastik, dan sisa tanaman dan ada yg untuk bisa recycle. Indonesia bukan hanya Indah tapi juga negeri yang kaya raya, masa sampai saat ini semua tanahnya masih harus menjadi area bebas buang sampah? Jumlah penduduk bukan alasan kawan, lihat saja tuh Cina jumlah penduduknya jangan ditanyalah, tapi kotanya2 masih jauh lebih bersih, banyaknya jumlah penduduk berarti kan juga tambahnya jumlah tenaga. Dalam hal ini jelas ada ketidak sadaran dari masyarakat. Kita masih sering lihat orang melempar sampah dari mobilnya di tengah jalan, bahkan di jalan tol sering saya lihat. Masyarakat umum dari hampir semua level seperti acuh tak acuh saja.

bagaimana bisa mau hidup enak di negerinya seperti itu. Di sisi lain semua juga kembali ke pemerintah, selain semestinya sudah berhasil mengatasi masalah ini dan memanage dengan baik, penyadaran masyarakat luas juga harus lebih digalakkan baik dengan iklan2 yang terus mengingatkan di media dan juga penyadaran langsung. Benar pemerintah memang bertanggung jawab untuk memberi fasilitas pembuangan dan pengaturan sampah dengan baik, tetapi bukan berarti kita sebagai rakyat bebas buang sembarangan. Setiap individu mempunyai tanggung jawab besar atas kebersihan jiwa raganya dan lingkungannya.
Sampai kapankah kita harus bangun pagi menatap pemandangan indah dan menghirup udara segar namun selalu terganggu dengan orang2 yang bakar sampah di sana sini. Sampah selalu dikumpulkan saja di sembarang tempat, dibakar sampai asepnya selangit lalu dijadikan buat pupuk…hal ini berlangsung terus menerus generasi demi generasi seakan tiada cara yang lebih baik. Dimanakah kesehatan, di manakah kebersihan, dimanakah keindahan, dimanakah jiwa manusia, dimanakah pemerintah..? biarlah saya sekedar bertanya tetapi tetapi yang dimaksudkan adalah tantangan bagi semua dan hendaknya dimulai dari setiap jiwa untuk dirinya sendiri, keluarganya, lingkungannya. Taruhlah sedikit rasa tanggung jawab sehingga kita bisa pahami bahwa kala kita bertanggung jawab dalam membuang sampah maka pada saat yang sama kita bukan sekedar membersihkan ruangan sekitar jasad namun membersihkan jiwa juga sehingga diri bisa hidup lebih bahagia. Percayalah kalau Anda mulai rapi dan bertanggung jawab dalam membersihkan sampah sekitar, hidup pun akan lebih enak, rezeki akan terbuka, dan jiwa kan lebih bahagia. Apalagi dengan niat tulus Ini bisa menjadi amal ibadah yang kan sangat menghasilkan dan bermanfaat dunia akhirat. Semoga pemerintah dan gubernur kota2 RI kan lebih menaruh perhatian khusus perihal ini, mencari solusi dan fasilitas terbaik dan terus berupaya menyadarkan masyarakat. “kebersehian adalah dari Iman.” Dimanakah Iman kita ?

perkenankanlah saya ingatkan dengan;

PANCASILA,
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang Adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan..
5.Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Tolong jangan korupsi dan jangan buang sampah sembarangan!!
sayangilah tanah air, agar ia sayang dengan kita semua!

Monggo lihat betapa menyedihkan juga:

http://www.kompasiana.com/ratnahermawati/negeriku-bukan-negara-sampah_550dc6ce8133116d2cb1e58b

http://www.adirafacesofindonesia.com/article.htm/87/Negeriku-Bukan-Tempat-Sampah…—

sampah1

fotopuisi

hidupbuatapaallonemengingat helpmeluv

Image

Siapa butuh bidadari di surga, sementara kau menemaniku di dunia.

Image

Image

Image

There is no moonlight, its just the reflection of the sun.

Like there is no me, without the Existence of your Love.

Image

Image

Don’t go away, you are like a sun to my heart, without you I go dark.

 ..Image

Image

When the power of Love overcomes the love of Power the world will know peace. (Quote)

Image

..Image

..Image

Imageos

Image

                     kau sepenuhnya telah mengisi hatiku, sampai mungkin aku masuk surga nanti bidadari2

malu untuk mendekatiku.

Image

Image

Ya Tuhan,, jika kesalahan dan dosa2ku sebegitu besar,

maka pasti ampunanMu pastilah jauh lebih agung dan tinggi.

Tuhanku, kau Melihat kondisiku, kekuranganku dan kefakiranku,

Dan Engkau Mendengar rintihan yang berbisik dalam hatiku.

             (petikan dari Munajat Al-Manzhumah)

Image

Image

Image

                                                  sometimes missing someone is much more joyful than the meeting.

Image

Image

Image

Those on the other world might miss you too, visit them with your prayers.

Image

Image

Tidak bisa kau penjarakan tuhan dalam agamamu, kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu!

penjara agama

Dahulu saya pernah membaca sebuah riwayat bahwa di zaman Nabi Isa ada seorang ahli pahat yang menyembah tuhan berupa patung wanita yang dia buat sendiri. Tiap ada hajat dia duduk bersimpuh dan berdoa pada si patung. Permintaannya terus terpenuhi. Hal itu membuat para malaikat langit bingung dan bertanya kepada Tuhan; “Ya Allah, orang itu adalah musyrik yang menyembah tuhan buatan tangannya sendiri, namun mengapa Engkau kabulkan permohonannya?  Allah SWT menjawab: “kalau Aku tidak kabulkan maka apa bedanya Aku dengan Patung itu?!”

Saya pun sadar bahwa Tuhan Yang Maha Mengetahui selalu bertindak sesuai kebijaksanaan-Nya, maka hati-hatilah dari pemahaman kita tentang-Nya, kadang ia menjadi tirai yang malah menjauhkan kita dari-Nya. oleh karena itu hadis menyatakan bahwa “awal agama adalah mengenal-Nya”, yakni hal pertama yang harus dipelajari adalah ma’rifat tentang-Nya dan mungkin juga berarti jika seseorang belum mengenalnya maka ia belum beragama. Tentu makna mengenal bukanlah hanya mengetahui nama panggilan-Nya. Dari kisah singkat itu saja saya jadi tahu tanpa ragu bahwa diri ini masih berada di minus jauh dari titik kosong ke angka satu dalam agama.

Nabi Ibrahim terkenal senang menjamu tamu dan tidak suka makan sendiri. Suatu waktu saat safar beliau hendak menyiapkan makanan dan tiada yang menemani, tiba2 terlihatlah seorang pejalan maka beliau ajak makan bersama. Tatkala beliau menyiapkan api, orang tersebut langsung sujud menyembah api. Nabi Ibrahim kesal dan menegurnya, mengapa kau menyembah api dan tidak menyembah Tuhan yang Maha Esa, lalu beliau mengusirnya. Setelah orang tersebut pergi, turunlah wahyu kepada sang Nabi, “wahai Ibrahim, puluhan tahun Aku memberinya makan dan rejeki tanpa memaksanya untuk menyembahKu, sementara kau mendapat kesempatan satu kali ini tetapi kau usir dia.”  Wahyu itu terasa bagai petir pada hati sang Nabi, beliau menangis dan segera bergegas mengejar orang tersebut. Ketika sampai ditemukan beliau meminta maaf sebesar-besarnya dan memohon supaya dia sudi kembali menikmati makan bersama.

Si musafir heran dengan perubahan sikap Ibrahim. Dia tanyakan, “tadi kau marah dan mengusirku, kini kau memelas dan mengundangku. Gerangan apa yang membuatmu berubah?”  Nabi Ibrahim ceritakan apa yang terjadi dan kemudian orang tersebut tersentuh dan mengatakan, “Tuhanmu menyebutku dan sayang padaku?  ajarkan aku tentang agamamu.” Dan akhirnya diapun masuk ke dalam agama Ibrahim alayhis salaam haniifan musliman.

Suatu waktu orang kafir yang biasa mengejek dan melempar kotoran kepada Nabi Muhammad tidak terlihat, beliau menanyakan keadaannya dan ternyata dia sakit. Maka beliau kunjungi dan memberi bunga. Lihatlah betapa indahnya budi pekerti beliau. Orang kafir itu pun akhirnya beriman. Tetapi jangan sangka tujuan Nabi mengunjunginya itu adalah dengan misi supaya orang tersebut menjadi muslim, tidak! Beliau melakukan kebaikan itu murni karena Allah dan sebagai implementasi rahmatan lil alamiin karena beliau diutus sebagai rahmat untuk semua yang berada di alam semesta yang mana mencakup semua makhluk dan tidak sebatas yang beriman saja.

Kaum Yahudi sudah terkenal dengan permusuhannya terhadap agama Islam dan Nabinya. Seperti yang di Madinah, walau mereka tahu siapa Muhammad tetapi mereka tidak sudi beriman karena tidak rela mendapati Nabi terakhir yang dijunjung dan diberitakan dalam kitab suci taurat ternyata bukan dari bangsa mereka. Namun bagaimanapun juga ketika jenazah seorang yahudi digiring menuju kuburan, Nabi Muhammad bangkit dari majlisnya sampai jenazah itu berlalu dari pandangan sehingga sebagian sahabat heran.

Nabi tidak bangkit untuk menghormati akidah atau agama jenazah tersebut. Beliau tidak bangkit untuk tabiat dan perilaku mayit tersebut. Beliau bangkit sebagai manifestasi rahmat yang menyeluruh dan mayit itu sedang berjalan pulang kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Terlepas pulangnya itu dengan melalui azab atau pun anugerah.  

Kalau mempelajari ajaran beliau perihal hukum2 peperangan maka kita akan akan mendapati rincian kasih ilahi yang tetap terjaga dimana tidak boleh memulai dan bahkan tumbuhan dan pohon2 saja hendaknya jangan sampai rusak, apalagi membunuh kaum wanita dan anak2 atau tawanan.

Ingat bagaimana Sayyidina Ali bin Abi Thalib ketika berduel dengan Amr Ibn Abdiwudd sang jagoan kafir dalam perang khandaq, saat dimana Amr sudah jatuh dan hendak diakhiri hayatnya oleh Ali, tiba2 dia meludah dan Ali pun tidak langsung menghabisinya namun malah berhenti dan melangkah mundur sejenak kemudian baru menuntaskan Amr. Ketika para sahabat tanyakan akan perilaku aneh tersebut beliau jawab, “saya melangkah mundur sejenak demi menenangkan amarah karena dia meludahi, saya tidak mau tebasan saya tercampuri dengan emosi dan menjadi tidak murni karena Allah.”

Begitupun juga saat Ibn Muljam ditangkap setelah menghantam kepala Ali dengan pedang saat shalat sampai terbelah dan wajah berlumuran darah, pertama yang beliau perintahkan adalah untuk mengendorkan tali yang memborgol Ibnu muljam karena dilihatnya terlalu kencang, kemudian beliau mewasiatkan anak2nya AlHasan dan Alhusain untuk menjaganya dari balasan amarah umat dan menerapkan qisas sesuai syariat tanpa menyiksanya, bahkan meminta anak2nya supaya memberikan makanan yang sama ke penjara dengan yang dihidangkan untuknya.

Semua riwayat2 dan pelajaran sejarah seperti itu sampai pada telinga dan mata kita bukan sekedar untuk dikagumi, tetapi memberi pelajaran dan contoh perilaku sosok-sosok yang benar-benar memahami agama dan bagaimana menerapkannya untuk mencapai kerelaan Tuhan.

Ingatlah masa awal diutusnya Rasulullah saat memasuki kota Thaif. Penduduk kota itu menyambut beliau dengan melempari batu-batu sehingga beliau dan para sahabat terluka. Para malaikat pun turun dan meminta izin kepada Rasulullah untuk menolong dan gunung2 bisa dibalikkan dan ditimpakan ke atas mereka, namun Nabi Muhammad melarang dan berkata sesungguhnya mereka adalah kaum yang belum mengetahui dan belum mendapat hidayat.

Sadarkah kita bahwa para utusan Tuhan kapan saja dapat meminta bantuan langit menghabisi musuh-musuhnya namun mereka lebih memilih bersabar dan toleransi. Bahkan berkorban dengan diri dan keluarga dalam menjunjung kasih sayang Ilahi dan meraih puncak kerelaan-Nya. Tidakkah terlihat jelas bahwa agama yang mereka bawa adalah agama Cinta.  

Tulisan ini tidak ditulis untuk memaksa ide mempersatu aneka ideology. ataupun ide hidup damai tanpa agama, keduanya mustahil dan hanya menambah agama baru. Tulisan ini tidak juga untuk menomor-duakan kepercayaan, atau memisahkannya dari kehidupan sosial Tidak! Tulisan ini sekedar upaya mengingatkan bahwa agama yang benar pastilah bukan agama yang “memenjarakan” tuhan di dalamnya. Agama yang benar bukanlah agama yang membunuh sesama manusia karena beda Nabi atau beda ras, agama yang benar bukanlah agama yang menjunjung fanatisme buta, agama yang benar bukanlah agama yang menebar kebencian.

Agama yang benar adalah agama yang menerapkan rahmat untuk semua, sehingga kasih sayang pada sesama selalu terasa walau masing-masing punya kepercayaan yang berbeda. 

Ingatlah ayat Al-Qur’an yang berbunyi,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang BERIMAN, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Albaqarah 208)

Jujur dan kembalilah pada diri masing2, walau kita sudah merasa mengenal Nabi dan megetahui kitab suci yang penuh mukjizat ilahi, namun apakah Anda yakin bahwa pemahaman di benak kita ini dan semua aksi kita bisa menjadi representasi agama Tuhan yang sebenarnya? 

Coba kembali pada diri sendiri dan cermati, apakah agama yang mungkin sekedar kita dapati dari warisan keluarga dan lingkungan (bukan dari hasil pencarianadalah agama yang terbenar dan selalu berperan menebar rahmat ataukah merintis fanatisme sektarian dan kebencian pada yang lain? Coba kita lepas busana kefanatikan, renungkan dan masuklah ke dalam hati, mungkin sampai saat ini yang kita dapati masihlah penyembahan terhadap diri sendiri.  — mungkin akidah kita yang sebenarnya kita anut sekarang adalah syahadat ‘Selfie tiap Hari sampai Mati’ ?!? Nastaghfirullah

Sungguh betapa kita ingin hidup damai dan tentram belajar dan bekerja sama demi menciptakan kesejahteraan namun masih saja sampai sekarang kita harus melihat permusuhan, peperangan, penindasan dan penumpahan darah antara sesama manusia dengan meng-atas-namakan agama dan kepercayaan.

Coba bukalah sejarah dan lihatlah bahwa Nabi selalu berperang untuk membela diri dan tidak pernah memulai perang demi menaklukkan agama lain. Bahkan saat mendapat tekanan keras dari kaum pagan Makkah beliau mengutus kerabat dan sahabat untuk ke Habasyah (Etiopia) karena rajanya Adil dan menganut agama wahyu Kristiani. Lalu banyak muslimin yang mengungsi hidup damai di sana.

Begitupun juga di kemudian hari setelah beliau mendirikan pemerintahan Islam pertama di Madinah, Umat agama lain seperti yahudi, kristiani dan lainnya hidup damai dan terlindungi di bawah pemerintahan beliau.

Saksi terbesar adalah saat fathu Makkah (penaklukkan Makkah di tahun 7 hijriah), dimana jumlah muslimin sudah jauh lebih besar dan kekuatannya tidak terkalahkan, ketika ratusan ribu umat berbondong-bondong hendak masuk Makkah yang masih penuh dengan para penyembah berhala, sebagian meneriakkan kepada orang-orang kafir yang dahulu mengusirnya “Hari ini adalah hari pembalasan. Al-yaum yaumul malhamah”, Nabi segera menegur dan melantangkan semboyan ,”al-yaum yaumul marhamah hari ini adalah hari merahmati dan memaafkan.”

Jadi wahai para pengaku umat beragama, apapun namanya; Budha Hindu Yahudi Kristen Katholik Protestan Islam Sunnah Syiah Dursi Sufi Salafi dll, sungguh agama yang kau anut adalah sesuai pemahamanmu dan belum tentu sesuai yang Tuhan Mau. Namun satu hal yang pasti; Agama adalah untuk mengenal dan mendekat kepada Tuhan, bukan untuk membatasi-Nya! 

Satu lagi kawan; jangan coba kau bawa-bawa agama dan tuhan demi nama suara harta dan tahta nanti ada siksa yang luar biasa! karena Agama bukanlah baju, bukan wajah, bukan rumah, bukan bahasa, bukan warna, bukan suara, dan bukan kata-kata. Agama adalah cahaya yang dengannya bisa kau sinari itu semua dan upaya mensejahterakan sesama ciptaan Sang Maha Esa.

–  –  –

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ

Tidak ada paksaan dalam beragama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS: Albaqarah 256)

Selamat mencari dan meniti jalan yang benar!

Semua dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

image

Diantara rahasia mengapa kita harus memulai shalat dengan Takbir (Allahu Akbar/ Tuhan Maha besar) juga pada setiap gerakan adalah supaya penyembah ingat bahwa Tuhan itu lebih besar dari segala yg hamba pahami tentang-Nya, lebih besar dari semua pengetahuan dan segala yg terlintas dalam benak, bukan dgn makna lebih besar dalam arti bentuk dan ukuran karena dialah Sang Maha Musawwir (Pembentuk) yg tidak dibatasi ruang dan waktu atau apapun jua. betapapun tingginya tingkat spritual hamba hingga bahkan seorang Nabi tetap memulai shalatnya dengan takbir. karena Sang Maha Kuasa selalu lebih besar dari “pengetahuan/gambaran/pemahaman” makhluk-Nya.

Saya ingin mengenal siapa Fatimah Az Zahra ?!

azzahra

Dia adalah putri Rasulullah Muhammad ibn Abdillah saw dari istri tercintanya yaitu Khadijah alkubra.

Lahir pada hari Jum’at 20 jumadil tsani sekitar 8 tahun sebelum hijrah dan wafat pada 11 H di tahun yang sama dengan wafat ayahnya.

Tidak seperti Qasim dan Ibrahim, Fatimah adalah satu-satunya anak Rasulullah yang tidak meninggal di masa kanak-kanak. Keturunan Sang Nabi berlanjut dari keturunan fatimah yang mana ia mempunyai 4 anak dari suaminya yaitu Ali bin Abi Talib, 2 laki dan 2 perempuan: AlHasan, AlHusain, Ummu Kultsum dan Zainab.

Masa hidup siti Fatimah lumayan singkat di dunia, karena menurut semua riwayat dia tidak sampai melalui usia 25 tahun bahkan banyak yang menyatakan hanya 18 tahun. Namun yang menarik perhatian adalah bahwa dalam masa yang sebegitu singkat ia dapat mencapai  kedudukan tertinggi  yang tiada taranya di kalangan semua wanita. Hal ini mengisyaratkan pada derajat yang sebenarnya bukan hanya dihasilkan dari amal di bumi tetapi dari tingkat keagungan dan kesucian jiwa yang menyerap cahaya ilahi. Siapapun yang mempelajari hadis-hadis Nabi tentangnya dan membaca sejarah maka ia akan mengetahui ada suatu rahasia agung yang termanifestasi dalam wujud Fatimah.

Ummul Mu’minin siti Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah memperilakukan Fatimah dengan perlakuan yang khusus dan sangat istimewa hingga bahkan saat semua istri nabi sedang majlis bersama Rasulullah saw lalu datanglah Fatimah, beliau bangkit menyambut kemudian jalan menyendiri demi berbincang dengannya. (diantaranya lihat riwayat di Aljaami’ alsahih albukhari. Mengenai riwayat siti Aisyah saat melihat Fatimah menangis kemudian tertawa tatkala diberitakan suatu kabar rahasia oleh Rasulullah.)  

Mengenai siti Fatimah ada banyak sekali hadis Nabi yang beliau sampaikan di berbagai situasi dan kondisi. Sebagaimana layaknya sebelum mendengar dari siapapun tentang Fatimah, dan saat membaca sejarah hidupnya, pertimbangkan saja dahulu langsung dari apa yang dikatakan sang utusan Allah dan kekasih-Nya Rasulullah saw yang mana tidak berbicara kecuali dengan apa yang telah Allah wahyukan  ( وما ينطق عن الهوى ان هو الا وحي يوحى ) :

“Fathimah Adalah penghulu wanita sepanjang zaman dari awal sampai akhir.”

Yakni kedudukannya mengungguli ke 3 Sayyidatun Nisaa sebelumnya yaitu Khadijah (istri Rasulullah) Maryam (Ibu Nabi Isa) dan Asiyah (Istri Fir’aun).

 “kedudukan tertinggi para wanita di surga adalah bagi Maryam Khadijah Asiyah dan Fatimah.

 Fatimah adalah yang tertinggi kedudukannya dari  semua wanita surga.

 “Jika aku rindu aroma surga aku mencium Fatimah.”

Tidak heran kalau riwayat mengisahkan bahwa pada saat Siti Khadijah hendak melahirkan Siti Fatimah, kedua wanita termulia sebelumnya yaitu Siti Maryam dan Siti Asiyah turun ikut serta membantu persalinannya.

Hadis berikut ini lebih dahsyat lagi karena sangat dalam maknanya. Untuk benar-benar  memahaminya  seseorang perlu luas dalam wawasan ilmu agamanya. Saya belum memahami apalagi menjelaskan, oleh karenanya judul catatan ini saya tulis seperti di atas, karena yang belum memahami makna hadis2 berikut maka dia belum mengenal Fatimah. Namun tidak mengapa kalau kita mencoba berfikir bersama;

Jelas hadis berikut ataupun yang sebelumnya bukanlah sekedar pujian seorang ayah pada putrinya. Kalau ayahnya bukan Nabi mungkin saja, tapi kata2 ini dari sebaik-baik utusan-Nya dan sudah ditegaskan oleh Allah bahwa dia tidak berbicara dari hawa nafsu atau emosi , dia hanya berbicara dari wahyu Allah yang maha Esa. Jadi tidak ragu ada suatu makrifat agung dari yang Nabi sampaikan itu;

“Fathimah adalah ruhku yang hadir diantara kedua sisiku.”

“Fatimah adalah ibu dari ayahnya.”

Orang yang berfikir dangkal dan berilmu cetek akan menganggap hadis tersebut sekedar pujian dari ayah yang kebetulan seorang nabi untuk putrinya. Hal itu timbul karena dia melihat perkataan itu adalah perkataan sosok seorang ayah. tetapi coba ingat lagi firman Allah, yang mana sebelum mengukuhkan, Dia menafikan secara total (wa ma yantiqu/ dan tidaklah dia (Muhammad) berbicara dari hawa.. In huwa illa wahyun yuuha), jadi lihatlah hadis itu dari seorang utusan Tuhan dan kekasih-Nya. Kalam itu adalah kalam RasuulAllah, bersih dari basa basi atau sekedar pujian untuk seorang putri. Maknanya memang belum sebegitu komprehensif bagi saya, tetapi yang pasti hadis tersebut menyimpan sebuah rahasia teragung dari wujud sosok Fatimah sehingga siapapun yang mendapati makna hakikinya maka kedudukan tinggi Fatimah dan makna semua hadis lainnya tentang derajat Fatimah akan menjadi gamblang dan jelas di mata hatinya. Bukan hanya itu, banyak rahasia lain mengenai alam arwah dan malakut dan alam2 yang lebih tinggi akan terungkap.

Kalaupun kalam Nabi tersebut adalah suatu pujian majazi saja, maka tiada kata-kata pujian seorang ayah kepada anaknya sepanjang sejarah yang mendahului ibarat itu atau malampaui makna semacam itu, sebab hal itu tidak akan terlintas dan takkan terucap kecuali dengan pemahaman suatu makna agung yang terasa terlebih dahulu. Kalaupun kata-kata itu (أم أبيها  /ibu dari ayahnya) terucap dari sosok selain Nabi, maka orang itu layak mendapat medali karena akal semua ayah yang hidup sebelumnya tak pernah sampai pada makna tersebut, atau medali karena mempunyai putri terbaik sehingga membuat makna pujian itu terlintas di benak, terasa di hati, dan terucap di lidah. Bahkan penyair yang paling peka dan jitu pun tak pernah sampai pada fenomena puja anak sederajat itu.

oleh karenanya sabda Nabi tersebut sangatlah berat timbangannya karena telah mengantar makna hakikat yang melampaui pemahaman materi dan biologi serta mengajak akal untuk terbang ke alam yang lebih besar. Perkataan beliau itu sebegitu singkat dan spesifik tertuju pada Fatimah namun di saat yang sama telah memberikan isyarat yang luar biasa sehingga bisa menjadi panji bagi siapa saja yang sudi mendalami lautan makrifat ilahi.

Kalau pengetahuan agama Anda sebegitu kering dan jauh dari pemahaman batin, maka mungkin berat bagi diri untuk memahami dan malah mengira bahwa itu berlebihan. Tetapi coba renungkan sejenak;

bukankah Allah SWT telah berfirman dalam Kitab-Nya surat Alimran ayat 42:

 وَإِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).  

Kepada siti Maryam, “Allah telah memilih kamu…mensucikan kamu, dan mengunggulkan kamu atas wanita di dunia.”

Sabda Nabi yang disepakati oleh semua perawi dan ulama muslimin bahwa Fatimah adalah sayyidati nisaail aalamin untuk semua sepanjang zaman. Bahwa Asiyah, Maryam, dan Khadijah adalah pemuka wanita termulia di zamannya sementara Fatimah dari awal sampai akhir yang mana ketiga wanita termulia itu termasuk di dalamnya. Maka hal itu telah menjelaskan derajat Fatimah yang teristimewa sehingga ekstensi ayat tersebut yang untuk siti Maryam juga disandang oleh Fatima dan untuk sepanjang masa.

Sebenarnya catatan ini saya tulis sebagai sebuah PR supaya tidak lupa untuk mengkaji lebih jauh dan mempelajari lebih serius, tetapi saya pikir tiada salahnya untuk berbagi sebagai pengantar untuk mengenal, semoga bermanfaat dan mungkin ada juga yang sudi menambahkan atau berbagi ilmunya nanti.
Bukankah Allah telah menurunkan kitab dan syariat-Nya sebagai teori dan manual agar manusia bisa meraih kebahagiaan di sepanjang hidupnya dari alam yang terendah sampai tertinggi, dari dunia sampai akhirat. Dan Allah juga telah mengutus seri tauladan dengan hadirnya para nabi dan wali yang berperan sebagai contoh nyata untuk manusia dan juga wadah rahasia makrifat-Nya. betapa banyak rahasia ilahi yang tertitip pada sosok-sosok pilihan-Nya terutama dalam pribadi Rasulullah sang kekasih-Nya itu sendiri sehingga dia menjadi  rahmatan lil alamiin/ rahmat bagi alam semesta dan semua makhluk jadi jika ada sosok yang beliau nyatakan sebagai bagian dari dirinya, Ruhnya dan juga Ibunya, maka tentu sosok tersebut menyimpan suatu rahasia agung yang tersembunyi sebagaimana kuburannya juga tersembunyi dan mayoritas muslimiin tidak pernah ada yang tahu secara pasti.  

Sabda beliau lainnya: “Allah rela dengan kerelaan Fatimah dan murka dengan murka Fatimah.”

 

Berikut diantara kata2 Sayyidah Fatimah Az-Zahra:

Allah telah jadikan Iman sebagai pensucian untuk kalian dari syirik.

Shalat sebagai pembersih dari sifat sombong.

Zakat sebagai penyucian diri dan meluaskan rezeki.

Puasa sebagai penanam rasa ikhlas.

Haji sebagai pengokoh agama.

Keadilan sebagai penglaras dan penenang hati.

Ketaatan kepada kami sebagai system untuk ummat

dan kepemimpinan kami sebagai pengaman dari perpecahan.”

 

Hadis-hadis mengenai Siti Fatimah tersebut bisa dibaca lengkapnya di kitab2 rujukan di bawah ini: 

صحيح البخاري ج 3 كتاب الفضائل باب مناقب فاطِمَة ص 1374/ مستدرك الصحيحين ج 3 باب مناقب فاطِمَة ص 164/ سنن الترمذي ج 3 ص 226/ كنز العمّال ج 13 ص 93/ منتخب كنز العمّال ج 5 ص 97/ الجامع الصغير ج 2 ص 654 ح 5760/ سير أعلام النبلاء ج 2 ص 123/ الصواعق المحرقة ص 187 و 191/ خصائص الإمام عليّ للنسائي ص 118/ ينابيع المودّة ج 2 ص 79/ الجوهرة في نسب عليّ وآله ص 17/ البداية والنهاية ج 2 ص 60.

ZEYNA & IFFRIT (WANITA vs SETAN)

Zeyna

                                                                        Zeyna

Kisah wanita dan setan beradu tipu daya.

Salim dan Farah adalah sepasang suami istri yang saling mencintai dan semua masalah yang muncul selalu mereka lalui dan abaikan dengan rasa penuh kasih sayang walaupun saat emosi. Sebegitu idealnya mereka sehingga menjadi idola setiap keluarga di desa.

Salim bekerja sebagai tukang jahit yang mempunyai toko sendiri di ruko pasar desa, sementara Farah menjadi ibu rumah tangga yang sibuk dengan pekerjaan rumah dan membantu merapikan hasil jahitan Salim yang ringan-ringan.

Saat ini sekitar jam 2 siang dan Salim sedang menjahit sambil menghadap pintu kaca tokonya melihat orang-orang yang berlalu lalang.

Di bagian seberang toko yang tersembunyi dari pandangan Salim, terjadi pertemuan antara Zeyna dan Ifrit.

Zeyna adalah seorang wanita petualang yang berilmu dan dapat melihat makhluk halus karena di masa kecilnya sebagai anak yatim yang juga ditinggal ibunya, dia pernah jatuh ke sumur kering tanpa ada yang tahu selama sehari semalam dan akhirnya di pagi hari kedua dia bangun di halaman panti asuhan dan tidak tahu siapa yang menolongnya.

Adapun  Ifrit adalah setan lulusan Universitas Tinggi Persetanan Pasar Tanah Abang yang kini bertugas magang menggoda orang-orang di pasar desa itu.

Zeyna: “hei setan, ayo kita taruhan.”

Ifrit: “taruhan apa? “

Zeyna: “siapa diantara kita yang bisa berhasil membuat tukang jahit itu cerai dengan istrinya.”

Ifrit: “pemenangnya dapat apa ? 

Zeyna: “yang kalah menjadi budak si pemenang selama satu tahun.”

Ifrit: ” oh jadi kalau aku menang kamu mau menjadi budakku dan harus mau disuruh apa saja selama satu tahun?”

Zeyna: “Iya, tapi ingat, kalau kamu kalah juga harus siap!”

Mereka berdua pun saling bersumpah untuk menepati janji. Zeyna bersumpah demi Tuhan sementara Ifrit demi nyawa dirinya.

Ifrit: “jadi sekarang siapa yang akan mencoba duluan ? ayo kamu sajalah  kan biasanya ‘ladies first'”

Zeyna: “karena tantangannya dari saya, maka kamu yang harus mencoba dahulu.”

“Baiklah.” Ifrit menyebrang dan langsung merubah rupa menjadi seorang gadis cantik berusia sekitar 17 tahun yang masih memakai seragam SMA dan memperlihatkan tubuhnya yang seksi dengan baju putih ketat dan rok abu-abu yang terangkat.

Seakan baru pulang sekolah dia masuk lenggak lenggok dan pura-pura melihat bahan-bahan yang terpajang di sekitar dinding toko. Salim menengok dan tetap melanjutkan kerja. Karena tidak membuat Salim bangkit dan mendekat demi melayani, Ifrit sadar bahwa dia harus memakai jurus kedua. Sekarang dia pura-pura melihat dan menyentuh kehalusan bahan yang agak tinggi di atas. dia menjingkakkan kaki dan menjulur tangannya ke atas sehingga lebih mengangkat rok pendeknya seraya bertanya;  “pak, yang ini berapa permeternya?

Salim menengok dengan menjaga pandangan namun tetap ada yang terlihat begitu menggoda. Dia cepat menjawab dan menundukkan kepala, “ itu 200 ribu permeter.” 

Ifrit: “iya boleh deh saya mau dibuatin gaun panjang buat pesta.”

Salim menarik nafas panjang dan bangkit demi mengambil bahannya dan terlintas di benaknya bahwa dia juga harus mengukur tubuh gadis seksi ini.

Salim mendekat mengambil tongkat besi untuk menarik bahan itu ke bawah. Ifrit tidak menyingkir, dan ketika Salim menaikkan tangan mengangkat tongkat, dia lekas-lekas melangkah mencoba memegang bahan lainnya yang berada di balik tubuh Salim dengan pura-pura tak sengaja menyentuhkan buah dadanya ke bagian belakang tubuh Salim dan berkata, “Oh sebentar! kalau yang warna merah ini berapa?”

Detak jantung Salim berhenti sejenak. Sekujur tubuhnya merinding. Matanya terpejam dan benaknya mulai terserang.

“yang itu sedikit lebih mahal, 230 ribu permeter.” 

“oh ya sudah yang ini sajalah.” Kata Ifrit tanpa menyingkir dari tempat. 

Salim hendak mengambil bahan itu sementara mata Ifrit melihat-lihat sekitar namun tidak melangkah sedikit pun. Salim melihat arah pundaknya sambil batuk supaya dia diberi ruang untuk mengambil kain. Mendengar batuk salim, si gadis menengok dan melihat langsung ke bola mata wajah Salim dan menyerang pandangan dengan senyuman manis yang menggatelkan sambil melangkah demi memberi ruang.

Salim melihat serangan tatapan itu dan wajahnya seketika menjadi beku.

Dia pun beristighfar dalam hati dan mengambil kain.

Kini adalah bagian tersulit bagi salim. Dia harus mengukur tubuh si gadis.

Ifrit juga berfikir ini adalah bagian yang paling menentukan. Rencana dia adalah supaya Salim tak kuasa menahan nafsu dan mulai menyerangnya untuk mencoba melampiaskan hasrat supaya tatkala Salim sudah dikuasai nafsu, maka dia akan berusaha menjauh dan menolak agar Salim kehilangan akal dan terpaksa harus memperkosanya. Ketika dia berhasil sampai membuat Salim memperkosa, maka kabarnya akan tersebar dan Istri Salim akan malu sehingga terpaksa meminta cerai dan meninggalkannya. Begitulah target si Ifrit.

Kini salim membentangkan bahan dan terdiam saja dengan wajah agak tegang.

“ayo deh pak, ukur saya!”

Salim mengambil meteran. Sementara gadis Ifrit berdiri menegakkan badan.

Salim memulai dari bagian bahu kiri sampai ujung tangan.

Gadis mengibaskan rambutnya dan menyerbakkan aroma perfume yang membius penciuman Salim. Dia menarik nafas dan merasakan ketegangan tingkat tinggi.  Gadis mengangkat tangan untuk diukur bunderan pergelangan lengan. Aroma semakin menyerang. Salim tetap berjuang menahan sampai selesai mengukur hingga dengkul. Ifrit mulai heran dengan kekuatan Salim yang masih juga belum berusaha menyambut godaan. Kini bagian lebar dada. Kedua tangan dinaikkan lagi keatas layaknya seperti seorang yang hendak disalib pasrah dan memasang wajah genit yang mengundang luapan hasrat. Dihadapannya salim berdiri menaruh meteran dengan kedua tangan ke arah punggung gadis seperti pose yang mau memeluk dan menyambungkan meteran dengan kedua tangan. Gadis malah memperlihatkan belahan dada seraya berkata, “saya mau yang agak ketat ya pak” sambil senyum dan supaya tangannya menyentuh. Salim dengan sangat hati2 memperketat lingkar meteran. Sesampainya di situ, Gadis langsung memajukan dada dan menyetuhkan pada kedua tangan Salim.

Tak disangka tiba-tiba Salim malah spontan melepas meteran dan langsung mundur seraya cepat-cepat mencatat ukuran di buku lalu berkata, “Sudah neng, ukurannya sudah lengkap..sekarang saya mau kasih bonnya. Biayanya jadi 620 ribu sama ongkos jahit. Jadinya minggu depan ya.”

“oke deh..tapi jangan telat ya, soalnya tanggal 16 saya mau pakai buat hadir pesta.” Iffrit tidak tahu latar belakang Salim yang pernah berguru pada Qurays Shihab dan A A Gym selama 2 tahun dan masih sering hadir majelis ta’lim.

Saat itu juga Ifrit sadar bahwa ternyata usahanya sia-sia dan jurus favorit yang biasanya selalu efektif kali ini tak berguna. Dia tahu bahwa usahanya untuk sampai ke titik perceraian jauh lebih sulit dan harus dengan taktik yang lebih rumit.

Ifrit keluar toko dengan wajah kecewa sementara Zeyna tersenyum melihat tanda kegagalan itu.

“kini giliranku. Lihat!” kata Zeyna.

Dia pun menyebrang dan masuk ke toko. Dia melihat-lihat sampai Salim bangkit mengampiri dan bertanya;

“ ada yang bisa saya bantu?

Zayna: “iya, saya mau bahan yang paling bagus. Seukuran 3 meter.”

Salim: “mau warna apa?”

Zayna: “Warna yang terang dan ceria. Bukan untuk aku. Permohonan saudaraku, dia mau menghadiahkan kekasihnya yang berusia sekitar 30an. Sebenarnya saya agak keberatan untuk memilih karena sepertinya kekasihnya itu bersuami tetapi mengaku janda.”

Salim tidak begitu mengambil pusing cerocosan Zeyna.. tetapi dalam hati dia berkata, “ aduh kenapa jadi aneh2 gini yang datang ke toko hari ini… tadi gadis gatel, sekarang perempuan gila.. bukan menasehati abangnya tapi malah sudi membelikan bahan buat perselingkuhan.”

Salim: “bagaimana yang warna merah marun ini, Cuma agak mahal karena bahan impor dari Kashmir?”

Zeyna: “oh iya bagus, berapa?”

Salim: “permeter 400 ribu, 3 meter jadi sejuta dua ratus.”

Zeyna: “sejuta deh.. kasih ya”

Salim: “sejuta seratuslah..untung saya juga tidak banyak.”

Zeyna: “baiklah.”

Setelah bayar Zeyna pamit dan keluar toko.

Dia langsung pergi menuju rumah Salim. Ifrit mengikuti sambil mengamati dari awal.

Zeyna mengetuk rumah Salim, lalu istrinya membukakan pintu.

Zeyna; “salam alaikum,”

Farah : “wa alaikum salam”

Zeyna: “maaf bu, saya dari luar kota, kalau boleh saya mau numpang shalat, soalnya sudah mau maghrib dan perjalanan masih jauh.”

Farah: “ooh iya boleh silahkan mari masuk.”

Zeyna masuk sementara Farah menyiapkan sejadah di ruang tamu.

Setelah shalat secara diam2 Zeyna menaruh bungkusan bahan itu di sisi kursi sofa. Lalu dia bergegas mau keluar.

Farah: “gak mau ngeteh dulu bu ?

Zeyna: “aduh terima kasih bu. Saya buru2, maaf sudah mengganggu.”

Farah: “dengan senang hati, ini ada kue bolu masih hangat.. enak buat di perjalanan.”

Zeyna: “ya ampun ibu pake repot2. Terima kasih banyak bu.”

Diapun keluar dan hatinya tersentuh dengan kebaikan Farah.

Di luar Ifrit sudah menunggu. “bagaimana.. apa sih yang kamu lakukan?

Zeyna: “sudah lihat saja sebentar lagi.. ayo kita tunggu sambil sembunyi di belakang rumah.”

Tidak lama kemudian Salim pulang kerja dan sampai di rumah. Terdengar dia minta teh, dan Farah pun juga menyuguhkan kue bolu dan pisang goreng.

Mereka baik-baik saja sementara si Setan Ifrit memandang Zeyna dengan penuh tanda tanya. Zeyna mengisyaratkan dengan telunjuk jari untuk diam dan tunggu saja. Sekitar 10 menit kemudian terdengar Salim jerat-jerit marah luar biasa seraya mempertanyakan soal bahan yang disembunyikan di sisi sofa. Farah terkejut luar biasa melihat Salim seperti mau meledak. Belum sempat dia menjelaskan tiba-tiba terdengar suaminya berteriak; “Saya cerai kamu… saya cerai kamu Farah!! Sana kau tidur di kamar tamu saya tidak mau melihat kau lagi dan besok saya antar ke rumah orang tuamu.”

Ifrit terkejut dan lemas.., “Waduh setahun jadi budak. Gila kamu Zayna..saya tidak sangka kau bisa berhasil di malam ini juga.”

Zayna: “Jangan heran kalau dalam kitab suci dinyatakan bahwa tipu daya wanita itu dahsyat. Sekarang lihat, saya akan mengembalikan mereka menjadi lebih baik dan lebih mesra.”

Iffrit: “eh jangan gak usah biarkan saja..!”

Tidak dihirau Zeyna langsung kembali ke depan dan mengetuk rumah Salim lagi.

Farah sedang menangis tersedu-sedu dalam kamar maka Salim yang membukakan pintu.

Zayna: “Salam alaikum… loh ini rumah bapak?

Salim tanpa menjawab salam dan dengan wajah merengut dan siap menyerang menjawab, “ Iya”.

Zayna, “ya Ampun maaf pak tadi saya numpang shalat di sini lalu bahan yang saya beli dari toko bapak ketinggalan di ruang tamu.”

Salim menarik nafas panjang dengan lega, “ooh sebentar..”

Dia masuk ke dalam lalu kembali dengan memberikan bahan tersebut.

Zeyna: “terima kasih pak, salam pada istri bapak.. dia baik sekali mashallah tadi saya diizinkan shalat dan dibungkusankan kue bolu. Bapak juga baik. Yuk pak makasih.”

Salim: “sama-sama bu.”

Zeyna kembali ke belakang rumah menemui Ifrit. Terdengar Salim mengetuk pintu kamar Farah seraya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas burung sangka. “maaaaf saayaaangku, keluarlah aku ingin memelukmu..nanti aku ceritakan kenapa aku sampai marah. Aku tidak jadi dan takkan pernah sudi menceraikanmu.”

Zeyna melihat Iffrit yang sudah terlihat melas karena akan diperbudak selama setahun penuh lalu dia mengedip mata keberhasilan pada si iffrit.

Saat ini sudah sebulan berlalu, sekarang Iffrit sedang ditugaskan ke Bogor sementara Zeyna lagi nyari bahan baru di pasar baru.

 

kisah diatas adalah remake dan elaborasi dari hikayat kuno. Semua nama dan kejadian tersebut adalah fiktif. bisa jadi nyata kalau ada yang tiru, tapi saya tidak tanggung jawab. 

To be continued..  kalau ada waktu.

Hukuman Mati untuk TKW Indonesia (Cici); Latar belakang peristiwa yang tidak dimuat media.

Image

Cicih (ST, seorang TKW berusia 27 tahun pernah bekerja di Saudi selama 6 tahun lebih. Dia senang dengan majikannya dan begitupun juga seluruh keluarga majikannya senang dengan kerjaannya sehingga diberi kepercayaan besar untuk segala urusan rumah termasuk mengurus anak-anak. Cicih sayang terhadap anak-anak majikan dan selalu bekerja dengan semangat.

Dua tahun sebelum pulang kampung, dia bertunangan dengan seorang pria yang sudah lama mendekatinya. Cicih merasa mempunyai seorang kekasih walau dalam kejauhan. Dia tak tahan untuk cepat-cepat mengumpulkan uang dan pulang menikah. Hari demi hari dia lalui dengan kesabaran sampai akhirnya tibalah waktu untuk pulang. Dia begitu gembira setelah menanti lama, sekarang datanglah saatnya untuk mejumpai sang kekasih tunangannya. Sesampainya di tanah air ternyata berita pertama yang dia dengar adalah bahwa tunangannya sudah menikah dengan wanita lain. Cicih terluka, menderita. Cicih tidak bisa percaya lagi pada pria dan segera ingin kembali bekerja.

Belum sampai dua bulan di tanah air, dia berangkat lagi ke negeri teluk, tapi kali ini ke Abu Dhabi. Bekerja dalam rumah yang dihuni oleh sepasang suami istri yang masing-masingnya bekerja dan mempunyai dua orang anak. Yang pertama adalah Zayed seorang putra berusia 3 tahun dan kedua Malak yang masih bayi berusia 4 bulan. Pasangan suami istri sudah lama berobat untuk mendapatkan momongan, dan akhirnya terkabul dengan kehadiran Malak yang berarti ‘bidadari’ dalam bahasa Arab.

Keluarga sudah mempunyai seorang pembantu, Nanny asal Philipina yang khusus mengurus anak-anaknya. Tugas Cicih menjadi jauh lebih ringan dari pada di Saudi dulu. Tetapi kini ada satu masalah; keluarga lebih percaya pada Nanny, dan jika ada kesalahan, pasti Cicih yang kena getahnya. Bulan lalu terlihat ada benjol kecil di jidat Malak. Ketika Nanny ditanya dia bilang mungkin terjadi saat si bayi dipegang Cicih waktu itu. Keluarga marah pada ST sementara dia tidak tahu apa-apa.

Nanny juga sering merintah karena diminta majikan untuk memberi training kepada Cici. Kebencian Cicih semakin meningkat. Dia tak tahan ingin membalas Nanny. setelah sepekan berlalu, tepatnya pada hari rabu 10 April 2013 majikan sedang tidak berada di rumah dan Malak tidur lelap, sementara Nanny masuk kamar mandi, Cicih merasa mendapat suatu kesempatan emas; dia angkat bayi dan dibawa ke kamar ibunya lalu dia jatuhkan malak ke lantai supaya kepalanya terbentur dan timbul benjol sedikit. Ternyata tiada bekas. Dia jatuhkan sekali lagi namun Malak hanya bangun dan menangis tanpa ada bekas. Akhirnya dia bawa ke bagian meja TV di kamar utama lalu dia benturkan bagian kepala Malak ke sisi meja dan mulai terlihat memar. Tangisan Malak terhenti dan nafasnya ngos-ngosan keras. Cicih menenangkan sambil segera buru-buru dia taruh Malak kembali ke kasur kamar Nanny.

Nanny keluar kamar mandi dan segera ingin melihat keadaan Malak karena mendengar suara tangisan saat di kamar mandi. Dia lihat posisi Malak sudah berubah tanpa selimut dan nafasnya sudah tidak normal. Segera dia telpon majikan dan mereka pun langsung mengontak rumah sakit untuk segera mengirim ambulan ke alamat rumahnya. Malak dibawa ke UGD dan ternyata dia mengalami Haemorrhage pendarahan di otak. Setelah seminggu lebih dirawat, akhirnya Malak pun wafat pada hari minggu 28-04-2013.

Saat di-investigasi awalnya ST tidak mengaku. Katanya dia menggendong lalu kesandung karpet dan jatuhlah Malak. Tetapi ternyata di rumah itu ada CCTV dan terlihat Cicih membangunkan Malak dan membawanya ke kamar utama lalu empat menit kemudian mengembalikannya dalam keadaan menangis. Cicih akhirnya mengaku dan menjelaskan semua ke polisi. Negara gempar dan kasus ini menjadi ramai di media bahkan di internet dan koran-koran berbahasa inggris. Kasus ini pun di-investigasi ulang di kejaksaan.

Ketika Jaksa bertanya:

“Mengapa kamu lakukan itu?,

ST hanya menjawab, “saya kesal sekali dengan si Philipina”

“lalu apa salahnya si bayi ?

“tidak tahu pokoknya saya benci sama si Nanny”

“apakah kamu niat membunuh Malak?

“tidak, saya hanya mau Nanny dimarahin majikan.’

“Apakah kamu ada masalah dengan majikan ?

“Tidak. mereka baik, tapi kadang Nanny suka fitnah dan mereka jadi marah pada saya”

“kamu tertuduh membunuh dengan sengaja, benar tidak ?

“Tidak! Saya hanya niat membuat Malak luka.”

Asisten Jaksa menjadi penasaran melihat Cicih seakan tidak ada penyesalan dan tidak memahami besarnya kejahatan yang telah dia lakukan, maka dia sambung bertanya mengenai masa lalu Cicih dan berusaha memahami apa yang membuat Cici setega itu, lalu dia tegur;

“Kamu tidak sedih atau menyesal sama sekali kah?

“iya pak saya menyesal dan kaget Malak wafat dan saya sudah dua puluh hari ini menangis terus dipenjara.”

“kok kamu kelihatan biasa saja”

“Iya pak saya Benci sama si Nanny itu.”

“kamu shalat tidak?

“Iya shalat.”

“Sudah tobat minta ampunan dari Allah?”

“Belum pak, saya kesal pada Nanny. kapan saya dibebaskan?”

Terlihat bahwa Cicih juga tidak memahami konsekuensi dari perbuatannya dan apa yang akan dia alami.

“Kamu masih belum dihukum, karena nanti akan dibawa ke hakim dan ditanyakan lagi, nanti hakim yang akan memberi keputusan. Yang pasti setidaknya bakal tahunan di penjara.”

Asisten Jaksa itu tidak memberi tahu bahwa keluarga majikan sudah meminta ST dihukum Qisas dengan I’dam (hukuman mati).

“Hah… tahunan pak?

“Iya. Ambil kesempatan buat kamu tobat dan terus kirim doa dan fatehah buat Malak semoga kamu terampuni. Banyak kejahatan terjadi sehari-hari di dunia ini, tapi membunuh seorang bayi tak berdosa adalah hal yang luar biasa mengejutkan.”

ST teriak,

“Saya tidak niat membunuh pak !

“cukup niat melukakan kepala bayi sudah hal yang luar biasa menusuk hati siapapun khususnya orang tua Malak. Makanya tobat!

“iya pak saya mau tobat.”

“Minggu depan setelah file lengkap dan penyelidikan Jaksa selesai, kasus akan dilihat diadili di sidang.”

Demi menjaga keselamatan terdakwa, wartawan tidak di-izinkan menaruh Nama tkw dan foto tidak dibolehkan. Walau tidak menyebut nama tetapi yang membuat saya sedih adalah hampir di setiap koran disebut “Indonesian Maid” , tetapi apa boleh dikata kalau memang sudah menyebar dan media juga selalu menyebut negara asal.

Pada tanggal 23 September 2013 pengadilan Abu Dhabi menjatuhkan hukuman mati atas Cicih. Melihat korbannya adalah Bayi berusuia 4 bulan disertai pengakuan Cicih atas kejahatan yang dilakukannya. Pada awal persidangan Hakim telah meminta pengadilan untuk menunjuk pengacara yang membelanya. 5 kali persidangan telah dilalui. Pengacara Cicih yang bernama Ali Al-Abadi mendasarkan pembelaan dengan upaya menyatakan bahwa ST tidak waras. Dia meminta pengadilan untuk mendatangkan psikiatris yang mengetes kesehatan jiwa Cicih. Permohonannya itu dipertimbangkan namun para Hakim menanyakan Cicih secara langsung dan dia enggan karena tidak rela dianggap tidak waras serta merasa sadar penuh dan mengingat jelas apa yang telah dilakukannya.

Image

Rapat Kasus ST Di KBRI.
Dubes Salman Alfarisi (tengah), Counselor Wisnu Suryo (kiri), Pengacara Ali Alabadi (kanan).

Kedutaan RI di Abu Dhabi telah berusaha penuh mengikuti perkembangan kasus ST bahkan sampai menjenguknya beberapa kali ke penjara. Selain itu juga menunjuk dan memilihkan pengacara yang lebih handal untuk menangani kasus naik banding Cicih. Beberapa kali rapat mengundang pengacara. Bahkan Dubes sendiri turun tangan secara langsung menganalisa kasus bersama para Counsel dalam memilih dan mendiskusikan pembelaan bersama calon pengacara.

Image

rapat kasus ST; Coulsellors Wisnu Sindhu dan Wisnu Suryo dan pengacara Amal Alza’abi.

Setelah rapat dengan lebih dari 3 pengacara akhirnya pilihan jatuh pada metode pembelaan Ibrahim Alkhouri dan dialah yang menjadi pengacara ST untuk sidang naik banding.

Dalam 3 kali sidang itu Ibrahim Alkhouri mengajukan pembelaan dengan menggugat bukti-bukti yang dijadikan sandaran Jaksa dalam kasus tersebut termasuk laporan pernyataan Dokter yang menangani wafatnya si bayi Malak dan juga menekankan pada satu hal bahwa pengakuan ST sebenarnya adalah karena terpaksa.

Image

lawyer Ibrahim Alkhoury

Selasa kemarin 21 January 2014 adalah hari keputusan pengadilan Naik Banding.

Bapak Wisnu Sindhu didampingi dua staff KBRI lainnya hadir ke pengadilan menantikan hasil keputusan Hakim naik banding dengan harapan hukuman akan turun dan menjadi lebih ringan ketimbang I’dam (hukuman mati).

Setelah Hakim ketua Mustafa Abulnaja membacakan hukum atas kasus-kasus lain, disebutlah nama ST dan dinyatakan “Ta’yiid”. Gerangan apakah yang dimaksudkan kata itu ? selesai sidang kami mengampiri kantor sekertaris hakim dan mempertanyakan apa yang dimaksud dengan kata itu. Sekertaris menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah hasil keputusan tidak berubah dan sama sebagaimana sidang awal derajat. Jadi tetap Hukuman Mati.

Kalau melihat pembelaan pengacara Cicih, sepertinya sulit dipercaya bahwa hukuman tidak berubah menjadi lebih ringan, namun dari hasil diskusi mencari penafsiran mengapa hukuman itu tidak berubah mungkin sebagaimana dilihat bahwa hampir semua hukuman I’dam sulit untuk berubah kecuali dengan ampunan dari ahli darahnya. Dalam kasus Cicih ini keluarga korban memang masih tetap meminta hukuman Qisas.

Ada waktu 30 hari untuk mengangkat kasus ini ke tahap terakhir yaitu mahkamah Agung, dan menurut Konsul KBRI, kedutaan akan segera lanjut mengangkat kasus Cicih ke Mahkamah Agung, dan pada saat yang sama akan berusaha lagi mencoba mendekati orang tua korban supaya memberi ampunan.

Hari ini 19-Mei-2015. Mahkamah Agung memutuskan hukuman tetap sama dengan hukuman awal derajat, Yaitu Qisas kecuali kalau orang tua korban sudi memaafkan. hal itu menjadi keputusan terakhir dari pengadilan namun cukup bijaksana karena masih memberi ruang untuk mendapatkan maaf dan merubah Qisas. bola kini berada di tangan keluarga korban dan upaya permohonan maaf bisa terus dilanjutkan oleh pihak yang berwenang atas nama keluarga Cici dan WNI. Semoga sosok yang diutus untuk meminta maaf bisa berhasil mengetuk hati keluarga korban. sekeras apapun batu, bisa terlubangi dengan tetesan air yg tulus.

liputan di berita lokal UAE;

http://gulfnews.com/news/gulf/uae/crime/indonesian-woman-found-guilty-of-murdering-child-faces-death-sentence-1.1280318

http://www.thenational.ae/uae/courts/death-sentence-upheld-for-uae-maid-who-killed-her-employers-baby