Ketika Rasulullah terkena Qisas

Tidak berapa lama sebelum Rasulullah saw meninggal dunia, para sahabat berkunjung ke rumah beliau saw yang sedang sakit. Diantara mereka adalah Ammar bin Yasir yang bertanya “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rasulullah, siapakah diantara kami yang akan memandikanmu jika engkau pergi? dan siapakah yang harus memimpin shalat jenazahmu wahai Rasulullah?”

Rasulullah saw hanya menjawab : “..Semoga Allah merahmatimu wahai Ammar.” Kemudian beliau saw menengok pada Ali bin Abi Thalib dan berkata, “Jika engkau melihat ruhku telah berpisah dari jasadku, maka mandikanlah aku sebersih mungkin dan kafankanlah aku… kemudian bawalah aku sampai pada liang kuburku. Sungguh yang pertama menshalatiku adalah Al-Jabbar Jalla Jalaluh dari atas singgasana-Nya, kemudian Jibrail, lalu Mikail, lalu Israfil bersama bala tentara malaikat yang tak dapat dihitung jumlahnya kecuali oleh Allah Azza wa Jalla. Kemudian para malaikat yang mengelilingi Arsy disusul dengan penghuni langit demi langit. setelah mereka adalah Ahlul-baitku, lalu istri-istriku terdekat demi yang terdekat, mereka mengangguk-anggukkan kepala atau memberikan salam dan janganlah menggangguku dengan suara tangisan-tangisan yang berjerit- jerit.”

Setelah itu beliau menengok ke Bilal dan melanjutkan, “Wahai Bilal, kumpulkanlah orang- orang!”  Masyarakat pun berkumpul, dan Rasulullah saw keluar dengan penuh keseriusan memakai imamah/surbannya, berpegangan pada tongkatnya sampai naik ke atas mimbar. Setelah memuja dan mengagungkan Allah, beliau berkata:

“Wahai para sahabatku, seorang nabi seperti apakah aku dihadapan kalian..?, tidakkah aku turut berjuang bersama-sama ditengah kalian, tidakkah tulangku pernah patah, tidakkah dahiku pernah menyentuh tanah, tidakkah darah mengalir pada panasnya wajah hingga membasahi jenggotku, tidakkah aku merasakan dahsyatnya kesulitan dan bersungguh-sungguh bersama sebagian kaumku yang jahil, tidakkah aku juga mengikat batu di perutku karena menahan lapar?” Mereka berkata “Benar wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau telah bersabar demi Allah dan melarang kemungkaran yang mengudang bala’ dari Allah. Semoga Allah memberikanmu sebaik-baik ganjaran.”

Rasulullah saw: “Begitu juga dengan kalian semoga Allah memberikan ganjaran atas kalian.” “Sesungguhnya Tuhanku yang Maha Mulia lagi Maha Agung telah mengeluarkan hukum dan bersumpah untuk tidak membiarkan kezaliman orang-orang zalim, maka aku memanggil kalian karena Allah, bahwa siapapun diantara kalian yang pernah merasa terzalimi dari Muhammad agar dia berdiri dan melakukan qishas terhadapku karena sungguh qishas di dunia lebih aku sukai daripada qishas di akhirat dihadapan para malaikat dan para nabi.”

Tiba-tiba bangkitlah seseorang dari kejauhan kaum, namanya adalah Sawadah bin Qais. dia berkata “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rasulullah, sesungguhnya saat dahulu engkau datang ke kota Thaif, aku turut serta menyambutmu sedang engkau mengendarai ontamu dan ditanganmu engkau memegang pecutan. Ketika engkau hendak berjalan dan engkau angkat pecutan itu untuk tungganganmu, dia mengenai perutku dan aku tak tahu apakah saat itu engkau sengaja atau tidak sengaja.

Rasulullah saw : “Aku berlindung kepada Allah dari kesengajaan untuk itu.”   Kemudian beliau menengok ke Bilal dan berkata, “Wahai Bilal, pergilah ke rumah Fathimah, dan ambillah untukku pecutan itu.”

Bilal bergegas keluar dan dalam perjalanannya dia memanggil orang- orang di gang-gang Madinah seraya mengatakan “Barangsiapa yang menginginkan qishas untuk dirinya sebelum hari kiamat, hendaklah dia menemui Nabi.” Sampailah Bilal di pintu rumah Fatimah, dia mengetuk pintu dan berkata “Wahai Fatimah, ayahmu menginginkan pecutan tipisnya. Fatimah mengambil dan mengampiri seraya berkata “Wahai Bilal apa yang hendak dilakukan oleh ayahku dengan pecutan ini, sesungguhnya hari ini bukanlah hari pecutan.”

Bilal: “Wahai Fatimah ayahmu telah naik ke atas mimbar, mengucapkan selamat tinggal kepada para ahli agama dan ahli dunia.”

Fathimah pun bersuara seraya berkata, “Duhai tiada beban seperti bebanmu wahai ayah. Maka siapakah bagi orang-orang fakir, siapakah bagi orang-orang miskin dan ibnu sabil? Oh duhai kekasih Allah, duhai kekasih hati.” Bilal mengambil pecutan itu dan membawanya kepada Nabi saw.

Rasulullah bertanya “Dimanakah orang tua tadi?”

Sawadah berkata : “Inilah aku wahai utusan Allah.”

Rasulullah saw: “Kemarilah dan balaslah aku hingga kau rela.”

Sawadah: “Mohon bukalah perutmu wahai Rasulullah.”

Rasul membuka perutnya.

Sawadah: “Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk mencium perutmu.”

Rasul memberi izin. Maka orang tua itu (Sawadah) pun berkata

“Aku berlindung pada tempat qishas di perut Rasulullah ini dari api neraka di hari nanti.”

Rasul saw : “Wahai Sawadah bin Qais, apakah engkau hendak memaafkan atau hendak membalas?”

Sawadah : “Aku memaafkan wahai Rasul.”

Rasulullah saw: “Ya Allah ampunilah Sawadah bin Qais sebagaimana dia telah mengampuni Muhammad Nabi-MU.”*

     —–

wahai Rasulullah, kami juga ingin menuntut Qishas. Semenjak kami berada di alam dzar, tatkala semua keturunan Adam berkumpul, sampai saat ini di dunia kami telah menyambutmu, beriman padamu, bershalawat setiap mendengar namamu.. namun mengapa sampai sekarang engkau tidak juga sudi mengunjungi kami ? Apakah itu karena tirai-tirai dosa kami, ataukah begitu tebal sudah tembok kemunafikan yang kami bangun dalam hati hingga menghalangi kedatanganmu? Wahai kekasih Allah, kami belum pernah melihatmu. Maka perkenankanlah saat ini kami menuntutmu juga untuk mengunjungi walau dalam mimpi agar kami dapat melihatmu. Sungguh jika engkau dapat membelah bulan dengan mukjizatmu, maka pastilah engkau juga dapat meruntuhkan segala tirai yang menjauhkan kami darimu.

 

kupersembahkan tetesan air mata ini yang dengan tulus ingin ikut serta mengungkap rasa; 

Surga adalah waktu dan tempat dimana kami dapat berjumpa denganmu wahai Muhammad!

 

اللهم صل عليه و على آله

* Hadis di atas adalah bagian dari riwayat yang cukup panjang. Sanad riwayatnya sampai pada Ibnu Abbas ra, kami terjemahkan dari kitab Al-amali (majlis 92) .

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s