Mengapa Rasulullah saw harus dari Makkah ?

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang;

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua.
QS. Ali Imran : 96

Dalam sebuah riwayat dari Imam Muhammad al-Baqir dijelaskan bahwa tatkala Allah hendak menciptakan bumi, Dia memerintahkan angin untuk memukul ‘esensi’ air sehingga air itu menjadi ombak yang mengeluarkan sebuah busa sari / buih yang terkumpul seperti gunung pada suatu titik tempat yang kemudian terbentanglah bumi darinya. Titik tampat itu adalah “rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia..” jadi, tempat pertama yang di bumi adalah Ka’bah yang darinyalah meluas menjadi bumi. (Tafsir al-Mizaan dari ‘Ilal as syara’i).

Fakta bahwa Ka’bah yang berada di makkah itu adalah pusat bumi juga terbukti secara science..bahkan setiap orang yang belajar untuk menjadi pilot mengetahui bahwa langit atas Ka’bah adalah tempat yang tidak mungkin dapat dilalui pesawat atau apapun lainnya yang dihasilkan dari technology manusia. 

Neil Amstrong membuktikan Mekah adalah pusat Planet Bumi. Saat mengambil foto Bumi, dia berkata, “Planet Bumi menggantung di area yang sangat gelap. Gerangan apa menggantungnya? Ternyata radiasi tersebut berpusat di Mekkah, tepatnya dari Ka’bah. Radiasi tersebut bersifat infinite (tdk berujung)” hal ini terbukti saat mengambil foto planet Mars, radiasi berlanjut terus. Peneliti Muslim menghubungkan antara Ka’bah di Bumi dengan Ka’bah di langit.

yang dimaksud dengan Ka’bah di langit adalah al-bayt al-Ma’mur yaitu tempat thawaf dan beribadahnya jutaan malaikat di setiap hari tanpa henti sebagaimana halnya dia berhubung secara vertical dengan Ka’bah yang dithawafi manusia dan semua energy yang tak terlihat di bumi ini setiap hari tanpa henti pula.

perlu diketahui juga bahwa
Antara kutub utara dan kutub selatan, ada area bernama”Zero Magnetism” yakni bila kita keluarkan kompas di area tersebut, jarum kompas tdk dapat bergerak mengarah sama sekali karena daya tarik yang sama besar antara dua kutub itu. Oleh karenanya jika seseorang tinggal di Mekah akan hidup lebih sehat dan tidak begitu dipengaruhi kekuatan gravitasi. Demikian juga ketika kita mengelilingi Ka’bah, seakan diri kita di charged ulang oleh energi positif dan fakta ini terbukti secara ilmiah. 
TIPS: kadang dalam mencari suatu jawaban kita semestinya tidak perlu langsung jauh-jauh mencari yang instant di internet dahulu.. coba mulailah dari maklumat yang ada pada diri anda, lalu bergerak dan mencari melalui jalan yang benar dan mendapat tempat yang tepat dalam perpustakaan benak sebelum perpustakaan internet.. itu juga berguna untuk mengasah otak dalam berfikir🙂

Nah, jika kita sudah ketahui bahwa ka’bah adalah Ibu bumi dan pusat energy serta tempat kembali menuju Ilahi..yang mana tempat itu juga dikatakan oleh Sang Pencipta sebagai rumah-Nya dan petunjuk bagi semua (lil ‘aalamiin), maka ketika Dia hendak mengutus seorang utusan dan Nabi terakhir yang juga bersifat Lil ‘aalamiin (untuk semua yang di alam semesta )apakah mungkin Dia mengutus dan menghidupkannya di tempat yang jauh dari kriteria-kriteria tersebut..?? dengan kata lain, jika Ka’bah di Mekkah adalah titik pusat bumi dan tempat yang paling berpengaruh dan paling mulia di muka bumi serta menyimpan banyak rahasia yang masih belum kita ketahui, kemudian Tuhan mengutus Nabi-Nya yang paling mulia sebagai rahmah, barakah, dan ni’mah untuk semua, maka apakah mungkin Dia akan menghidupkannya di Roma, atau Persia, atau India, atau China, atau Eropa, atau Rusia yang mana semuanya jauh dari titik yang paling strategis?? Mustahil!..dan hal itu akan menyalahi kebijaksanaan-Nya. 

Lebih dari itu, Ka’bah adalah Kiblat manusia dalam menghadap Tuhan, sebagaimana Muhammad adalah kiblat manusia untuk mengenal Tuhan.Maka untuk mendapat Matchpoint dan kesinambungan yang sempurna keduanya haruslah bertemu. Hingga bahkan pengemban wasiat dan pintu ilmunya pun harus lahir di dalamnya dan renungkanlah management Sang Maha Kuasa!

Selain itu juga, Rasulullah saw haruslah berpindah dari sulbi-sulbi yang suci ke rahim-rahim yang suci pula dan sudah dipersiapkan semenjak turun perintah-Nya kepada Ibrahim as untuk membawa putranya Ismail ke suatu lokasi sahara yang kosong namun menyimpan rahasia bumi yang tertua seutuhnya sehingga dia menjadi umat pertama yang membangun dan menetap di sana lalu berdatanganlah semua melanjutkan kehidupan setelah melihat burung-burung terbang di langitnya menandakan air kehidupan oase Zamzam. Semuanya telah dipersiapkan Allah untuk menghadirkan kekasih-Nya. 

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I’tikaaf, yang ruku dan yang sujud”. QS. al-Baqarah : 125

Tentunya masih banyak lagi rahasia dan sebabnya namun itu dapat dikategorikan jawaban yang relevan yang bisa dipelajari lebih lanjut. Bagi yang ingin memberi masukan tambahan, silahkan!

2 comments on “Mengapa Rasulullah saw harus dari Makkah ?

  1. Shaheer Hamdy mengatakan:

    silahkan lihat video ini juga;

    Mukjizat ka’bah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s