Rahasia Hajar Aswad

Penelitian mengungkapkan bahwa Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia yg bisa mengambang di air. Di sebuah musium di Inggris,ada tiga buah pecahan batu tersebut.Pihak musium mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita. Dlm sabda,Rasulullah SAW “Hajar Aswad diturunkan dari surga,warnanya lbh putih daripada susu namun dosa-dosa anak cucu Adam telah menjadikannya hitam”

keterangan itu telah mengingatkan saya pada sebuah riwayat unik tentang sejarah Hajar Aswad yg pernah saya baca dan sekarang saya ingin berbagi dengan Anda.

Bakir bin A‘yun meriwayat; Abu Abdillah (Imam Ja’far as-Shadiq) pernah berkata kepadaku, “Apakah kamu mengetahui sejarah batu ini (Hajar Aswad)?” Aku menjawab, “Tidak.” Abu Abdillah as menjelaskan, “Hajar aswad ini sebelumnya adalah seorang malaikat yang agung di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Ketika Allah meminta perjanjian dari para malaikat, dialah yang pertama kali mengikrarkan keimanannya kepada Allah, sehingga Allah menjadikannya sebagai kepercayaan-Nya atas semua makhluk. Allah menitipkan perjanjian itu kepadanya dan memerintahkan makhluk-Nya untuk memperbaharui ikrar perjanjian (keimanan dan kesaksian) itu di setiap tahun. Kemudian Allah menempatkan malaikat itu bersama Adam di dalam surga untuk mengingatkan dan memperbaharui ikrar perjanjian itu padanya setiap tahun.
Tatkala Adam as ‘durhaka’ kepada Tuhannya dan dikeluarkan dari surga, Adam lupa memperbarui perjanjian untuk dirinya dan keturunannya berkenaan dengan (wilayah/kepemimpinan) Muhammad dan para pengemban wasiatnya. Setelah Allah menerima taubat Adam, Allah merubah wujud malaikat tersebut menjadi mutiara yang berwarna putih, lalu dilempar dari surga agar sampai Adam yang ketika itu telah berada di negeri India (ada riwayat lain yg menjelaskan bahwa ketika adam keluar dari surga ke bumi, saat itu tepatnya dalam kawasan geografi india… yg pasti negaranya yaa belom ada). Adam melihat mutiara tersebut dan langsung terikat dan terhibur hatinya walau dia belum mengetahui bahwa ia bukan sembara sebuah mutiara besar. 
Allah ‘Azza wa Jalla akhirnya membuat mutiara itu berbicara. 
Mutiara itu berkata, “Wahai Adam, apakah kamu mengenalku?”
Adam: “Tidak.”
Mutiara: “Tentu, karena setan telah memperdayaimu dan membuatmu lupa mengingat Tuhanmu.”
Kemudian mutiara tersebut merubah bentuknya kembali sebagaimana semula dia bersama Adam as di dalam surga (yakni dalam wujud aslinya sebagai malaikat) seraya berkata kepada Adam, “Wahai Adam, mana perjanjianmu?” Seketika itu juga Adam langsung lompat memeluknya dan teringat pada perjanjian itu. Adam menangis dan merintih kepadanya, lalu dia menciumnya dan memperbaharui perjanjiannya. 
lalu Allah ‘Azza wa Jalla merubahnya kembali menjadi mutiara yang berwarna putih jernih bersinar.
Adam memikul mutiara itu di atas pundaknya sebagai pemuliaan dan pengagungan kepadanya. Jika Adam sudah kelelahan membawanya, Jibril as menggantikannya sampai ke Mekah. Adam as merasa senang dengan keberadaan mutiara itu di Mekah dan dia senantiasa memperbaharui perjanjiannya setiap hari dan malam.
Di makkah saat itulah Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan Jibril ke bumi dan membangun Ka‘bah. Jibril turun di antara Rukun dan al-Baab (pintu). Di tempat itu, keduanya muncul di hadapan Adam memonumenkan perjanjian dan di tempat itu pula sang mutiara mulia menelan perjanjian itu. Oleh karena itu batu hajar aswad diletakkan di dalam rukun, dan Adam berjalan dari tempat itu ke Bukit Shafa, sementara Hawa ke Bukit Marwah. Adam meletakkan batu itu di rukun, lalu dia bertakbir kepada Allah, bertasbih, dan memuji-Nya. karena itu juga, berlakulah sunnah takbir dalam menghadap rukun yang di dalamnya terdapat batu dari Shafa.”

(‘Ilal asy-Syara’i‘, jilid 2, bab 164. Dari Adam hingga Isa bab Adam as)

isi Pprjanjian itu memang tidak sebegitu jelas dalam riwayat ini, tetapi disinggung bahwa itu berkenaan dengan kepemimpinan Rasulullah shallallahu alayhi wa aalih dan para washi dari ahlulbaytnya sebagaimana yg dijelaskan dalam banyak riwayat lainnya. Setiap Nabi dan rasul yg diutus Allah selalu diberi tahu Allah dan diminta berbayat kepada junjungan kita kekasih Allah Muhammad. para nabi sebagai pemuka islam juga mengucapkan syahadat “tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya” bahkan jauh sebelum masa kehadirannya di bumi.
Riwayat tersebut diatas juga menjelaskan bahwa sebenarnya ka’bah sudah ada dan dibuat fondasinya semenjak masa Nabi Adam sebelum dia dibangun lagi oleh Nabi Ibrahim as. Hadis2 cukup banyak yg menjelaskan detailnya saat Jibril dan para malaikat lainnya membantu Nabi Adam menata dasar dan mengukuhkannya dengan kalimat2 yg diajarkan Allah di setiap sudutnya. Selain itu juga dalam kisah Nabi kita mengetahui bahwa kapalnya itu sempat thawaf mengelilingi ka’bah di atas air banjir yg hampir sampai langit pertama bumi itu. Hal itu jg mengisyaratkan bahwa ka’bah sudah jelas ada semenjak fajar bumi dan sebelum diutusnya Nabi Ibrahim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s