Tuhanku bukan budakku

u<

by Shaheer Hamdy on Saturday, November 21, 2009 at 2:51am ·
 

/div>

 

Ya Allah, kalau hamba pikirkan dan renungkan rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami masing-masing dari umat manusia, maka hamba menjadi bingung. Pikiran terhenti, renungan kosong, detak jantung diam, hati hancur, akal hilang namun jiwa bertanya-tanya; apakah Engkau Tuhan kami, ataukah kami tuhan dan Engkau hamba kami???
Dengan sedikit menyadari kasih sayang dan pemberian-Mu hari demi hari, saat demi saat, detik demi detik, setiap saat, setiap waktu, setiap gerakan, setiap ada setiap, dan setiap selalu, selalu senantiasa Engkaulah yang berkhidmat kepada kami melebihi khidmat seorang budak pada majikannya. 
Kenikmatan yang selalu kami terima dari-Mu, dari mulai nafas yang kami hembuskan, pandangan yang kami lihat, suara yang kami dengar, udara yang kami hirup, cuaca yang kami rasakan, segala yang terlintas, semua gerakan, sentuhan, ucapan, pikiran, perasaan, dan segala kemampuan serta semua yang tak dapat disebutkan, dan tak dapat digapai kata.. baik untuk yang kami ketahui atau lebih yang tidak kami ketahui.
Engkau selalu hadir dan memberi, sementara kami selalu ingkar dan tidak menyadari. Ketika ada sedikit kekurangan, kami mengeluh, merasa tidak dipedulikan dan bahkan kesal. Jika kami tidak kesal, hal terbaik yang dapat kami lakukan adalah mengingat-Mu, berdoa kepada-Mu dengan segala doa yang sifatnya seperti perintah; “Ya Tuhan beri kami ini, beri kami itu, angkat ini, angkat itu, lekas jadikan ini, lekas jadikan itu. Cepat begini, cepat begitu… masukkan ke surga, jauhkan dari neraka!!!” 
Terus menerus kami seperti itu, sedang pada saat yang sama jika kami dalam keadaan senang, kami hanya dapat melupakan-Mu. 
Terkadang kami shalat, puasa, zakat, sedekah, melakukan segala bentuk ibadah dan merasa menyembah-Mu padahal kedudukan-Mu di hati kami tidak lebih tinggi dari pada seorang budak… yang mana saat kami butuh kami memanggilnya, namun jika tidak.. seakan ia tidak pernah ada. 
Bersyukur dalam pengertian kami tiada lain hanyalah bertasbih memanggil-manggil nama-Mu kemudian mengharap dan bahkan menuntut ganjaran pahala dari-Mu lagi.
Syariat-Mu kami taruh di nomor kesekian sedangkan kemauan kami selalu di nomor satu.
Kalam-Mu kami jadikan semacam alat musik untuk merasa tenang atau kami lantunkan demi mencari pahala.. adapun isinya nanti saja.
Utusan-Mu kami jadikan tauladan bulanan, sedangkan musuh2-Mu sehari-hari kami idolakan.
Mahasuci Engkau ya Allah, sungguh diri yang seperti ini sangatlah layak Kau hukum.. 
Siksalah kami!! 
Yaaaaaaa Allaaaaaaaaaaaaaahh masukkanlah kami ke dalam neraka!! 
Tak mengapa Ya Allah tak mengapa.. bakarlah kami.. bakarlah!!! asal dengannya Engkau rela. 
Mungkin neraka masih kurang jika Engkau melihat kami dengan mata keadilan. 

Segala puji bagi-Mu ya Allah yang masih selalu sudi memandang kami dengan mata rahmat dan kasih sayang-Mu.
Ya Allah, sebagaimana Engkau perintahkan kami untuk berdoa dan meminta kepada-Mu karena Engkau selalu senang memberi dan Engkaulah yang Mahakaya lagi Mahakuasa. Maka kami memohon kepada-Mu agar Engkau membimbing kami menuju makrifat-Mu, mengenal Engkau dan mencintai kekasih-Mu Muhammad saw dan keluarganya, sehingga ke mana saja kami memandang hanya Engkaulah yang kami lihat, lalu kami memperlakukan segala sesuatu dengan penuh kepekaan dan rasa kasih sayang karena kami selalu melihat-Mu dan dengan penglihatan-Mu kami melihat. 
Ya Allah sungguh kami ingin sekali menjadi seorang hamba sejati yang benar saat mengatakan Laa ilaaha illallah Tiada Tuhan selain-Mu. Agar tatkala masa perjumpaan telah tiba, Engkau memanggil kami Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki raadhiyatan mardhiyyah, fadkhulii fii ‘Ibadi wadkhulii jannatii!

Sept 2007 

@selamat beribadah di hari arafah semoga penulis dan pembaca dpt kembali ke fitrah dan diwajibkan masuk dlm Jannah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s