Siapakah sebenarnya Imam Mahdi..?

by Shaheer Hamdy on Friday, August 7, 2009.

Hampir semua agama meyakini akan hadirnya sang ratu adil, sang juru penyelamat,.. sosok kiriman Tuhan yang akan memenuhi bumi dengan keadilan. Kebutuhan manusia akan adanya figur pahlawan semacam superman memang layaknya sudah hal yang fitri dan primoridial.

Dapat dipastikan bahwa konsep mengenai Al-Mahdi bukanlah hal yang asing. Namun sayangnya perbedaan yang paling menonjol adalah dalam mengidentifikasi sosok tersebut, ciri-cirinya, dan siapakah dia sebenarnya. Apakah perbedaan itu termasuk hal yang substansial ataukah tidak? Yang pasti bagi saya itu adalah hal yang terpenting. Karena mengenal kebenaran tidak terpisah dari kewajiban mengenal sosok yang pasti benarnya. Sebagaimana kitab suci Al-Quran sebagai teori pemahaman dan Nabi saw sebagai perwujudannya. Kalau sosok tidak penting maka Sunnah Nabi takkan sebegitu penting jua. Kita tahu persis bahwa agama ini terjelaskan dan sampai dapat difahami dan dipraktekkan oleh umat manusia adalah karena Rasulullah saw. tentu begitu juga halnya dengan sang Imam yang akan mewujudkan keadilan Ilahi dan cita-cita para Nabi.

Mengenai tanda-tanda kedatangan Imam mahdi banyak sekali dalam riwayat hadis kedua mazhab Sunnah dan Syiah yang hampir semua sama.
Singkat saja, berikut ini adalah gambaran perbedaan antara sunnah dan syiah mengenai sang Juru penyelamat;

Sunnah: 
>Berkeyakinan bahwa Imam Mahdi akan hadir dan menegakkan Hukum Ilahi hingga bumi diatur oleh system yang 100% adil.
>Imam Mahdi akan muncul sebagaimana juga Nabi Isa as akan turun dan memberantas kezaliman dan kesesatan.
>sesuai hadis, namanya dan panggilannya sama seperti Rasulullah saw.
>akan lahir di akhir zaman dan sebelumnya banyak yang sok mengaku-ngaku namun tidak berhasil.

Syiah:

Sama dengan semua poin di atas kecuali mereka meyakini bahwa Imam Mahdi sudah lahir, hidup sebagaimana manusia di bumi namun gaib dan tiada yang tahu di mana dia berada, nama dan sosoknya jelas, dan dia adalah Imam yang ke 12.

Soal siapakah dia dan sejarahnya menurut Syiah bisa dikaji lebih jauh dalam buku2 mereka.
Yang saya ingin singgung di sini adalah argumen-argumennya yang layak ditelaah dengan seksama;

>Syiah berkeyakinan bahwa alam jagad raya dan bumi Allah ini tidak boleh kosong dari keberadaan sosok suci penyambung langit dan bumi yang mana tiap malam Qadar para malaikat datang kepadanya. Baik itu Nabi atau Imam, yang pasti dia harus maksum (suci) karena harus memahami dan mengamalkan Al-Qur’an secara seratus persen.  setelah Rasulullah saw meninggal dunia, risalah dan pelajaran yang diajarkannya haruslah dijaga. Hal itu diimplementasikan turun temurun oleh 12 Imam, pertama adalah Ali bin Abi Thalib dan terakhir yg ke 12 adalah Muhammad Al-Mahdi. Pusaka Ilahi itu harus selalu terjaga, karenanya pemahaman al-Quran yang jernih haruslah menyatu dengan dirinya sebab tidak mungkin juga Allah yang Maha Bijaksana menurunkan Al-Quran dan mengutus Rasulullah saw namun pada saat yang sama tidak ada yang dapat mengamalkannya dan mencontoh kekasih Allah Muhammad saw dengan sepenuhnya.

>Menurut syiah, semenjak Allah swt menceritakan  awal penciptaan, Dia telah memulai dengan menyatakan ingin menaruh khalifah di muka bumi yang kemudian para malaikat bertanya-tanya. Jelas dlm ayat tersebut Allah swt memulai dengan khalifah (pemimpin) sebelum khaliqah (ciptaan) itu sendiri… (*silahkan rujuk surat AlBaqarah ayat 30).
Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana pasti memulai dengan yang terpenting. Jadi dapat dipastikan bahwa keberadaan dan kesinambungan alam ini bergantung pada keberadaan khalifah. Tentu khalifah yang dimaksud itu bukan hanya dibutuhkan dalam masalah syariat saja, tetapi lebih berpengaruh bagi alam juga walau manusia banyak tidak menyadari atau bahkan tidak memahami. Khalifah adalah pemimpin baik dia duduk dalam kursi pemerintahan ataupun terzalimi dan terjauhkan dari kedaulatan, baik dikenal ataupun tidak. Menurutnya persepsi mengenai kekhalifahan di atas selaras dengan hadis Qudsi yang menyatakan bahwa, “kalau bukan karenamu wahai Muhammad maka aku takkan menciptakan alam ini.” Hanya beliau dan penerus yang meneladani sepenuhnya adalah khalifah yang sebenarnya. Tidakkah kita sadari bahwa dalam shalat kita juga harus mengucapkan salam secara langsung kepada beliau saw, Assalaamu alayka ayyuhan Nabi.. berarti tiap kita menjumpai Allah maka Nabi saw pun ada dan menjawab salam kita. lalu diakhiri dgn assalaamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh”. Selaras dng cara bersalawat sebelum sampai salam yaitu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya (wa aali sayyidina Muhammad) Allah menyuruh umat agar bersalawat kepada beliau  sebagaimana diri-Nya dan para malaikat-Nya beshalawat kepada beliau. yah seperti Itulah kedudukan Khalifah Allah di bumi-Nya. Setiap shalat muslimin bershalawat kpd mereka namun tidak begitu mengenal siapa sebenarnya mereka. Padahal kita mesti tahu bahwa siapapun yg kita beri salam di akhir shalat sudah tentu sosok2 yg sama dan representati makna salam itu sendiri karena hal itu diucapkan bukan saat berjumpa teman atau masuk rumah  tetapi saat menghadap sang Maha Kuasa dimana gerakan dan ucapan harus sesuai ajaran-Nya sedangkan tambahan lain bisa membatalkan.

>Nabi saw bersabda, “bumi Allah ini takkan pernah kosong dari hujjah.” (bukti nyata Allah / ekstensi firman2 Allah baik itu seorang Nabi atau Wali yaitu pengemban wasiat Nabi seperti Habil terhadap Nabi Adam, Yusha’ bin Nun terhadap Nabi Musa, Asif bin Barkhia terhadap Nabi Sulaiman, hawariyyun terhadap Nabi Isa.. yang mana di tiap Zaman jika Nabi Zaman itu sudah dipanggil Allah maka haruslah ada pengemban wasiatnya yang sudah diajarkan ilmunya. begitulah bumi semenjak Adam hingga sekarang.

>Hadis yang dinyatakan kesahihannya oleh kedua mazhab: “Barangsiapa yg meninggal dunia namun tidak mengetahui Imam zamannya maka dia meninggal dalam keadaan jahiliyyah.” Syiah menyatakan bahwa hadis tersebut jelas menunjukkan bahwa tiap zaman pasti ada seorang Imam dan setiap orang wajib mengenalnya.

>Syiah menyatakan bahwa semua Imam 12 itu sampai Imam mahdi sudah disebutkan satu persatu oleh Rasulullah saw dan riwayatnya banyak sekali dalam kitab hadis mereka dan juga dapat ditemukan dalam sebagian kitab2 hadis ahlus sunnah. sebagaimana dalam al-Bukhari disebutkan hadis yang menjelaskan ” para Imam setelahku ada 12 dan semuanya dari Quraisy.”
dan masih banyak sekali dalil-dalil mengenai siapakah sebenarnya Imam Mahdi dan mengapa ia sudah harus ada (menurut Syia) namun tentu tidak mungkin kami cantumkan di note sederhana ini. saya rasa yg diatas sudah cukup sebagai pengantar untuk menambah wawasan perbedaan yg ada.

Bagaimanapun juga, siapapun sebenarnya dia, yg penting insyaAllah kita semua tidak menjadi duri di jalan beliau dan termasuk pembela beliau yang layak mendapatkan pelukan Rasulullah saw di hari nanti. Amiiin ya Rabb.

Selamat mencari Imam Zaman Anda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s