1 pembantu, 2 keluarga, 3 nyawa.

 

Image

Tragis! Satu pembantu, dua keluarga, tiga nyawa. 27-September-2012 , kota Yanbu  Saudi.

Zena, seorang ibu guru  pulang rumah namun tidak bisa masuk karena pintu dikunci dari dalam. Dia berteriak memanggil-manggil pembantu (Amah) dan putrinya yang berusia 4 tahun di dalam rumah namun tiada yang sudi membukakan pintu. karena khawatir dia pun melempar batu ke kaca dapur hingga pecah namun tetap tidak dibukakan. Zena melanjutkan teriakan dan mulai memanggil penghuni jiran. Tiba-tiba terdengar   suara si pembantu dari dalam rumah yang menjawab, “saya akan menyembelih putrimu.” Zena shock dan langsung menelpon suaminya yang sedang bekerja. Mendengar kabar dari istrinya, Khaled pun langsung loncat ke mobil dan mengebut menuju rumah. Karena begitu cepat dan ketegangan dia akhirnya menabrak mobil di jalan. Dalam mobil itu ada seorang ayah yang baru mau mengantar putrinya pulang rumah.  Karena tabrakan si ayah wafat di tempat sedangkan putrinya yang bernama Farah di bawa ke UGD rumah sakit. Sementara itu juga Zena akhirnya memanggil polisi yang datang ke rumahnya dan mendobrak pintu. Dia langsung masuk dan memanggil-manggil nama putirnya (Tala). Tidak mendengar jawaban maka dia langsung naik ke atas membuka kamar dan terlihat si pembantu duduk seraya menunjuk jari ke kamar sebrang. Tanpa banyak bicara dia langsung masuk kamar Tala dan melihat anak terlentang di kasur dengan selimut darah dan leher kepala yang hampir lepas. Dia sadar putrinya telah tiada dan seketika itu juga jatuh pingsan.

Khaled akhirnya sampai rumah dan melihat sudah penuh orang. Dia dihalang masuk tetapi tetap memaksa dan akhirnya di dalam rumah dia melihat pembantu yang ditangkap setelah tidak berhasil usaha bunuh diri dengan meminum klorox, melihat istrinya terkapar di lantai kamar, dan putrinya tersembelih. Tidak terbayangkan bagaimana rasa kepala dan hati Khaled saat itu. Apalagi ketika sadar bahwa dia secara tidak sengaja telah membunuh seorang ayah. Kemarin (30/09) dikabarkan bahwa Farah yang menginap di rumah sakit tidak bisa terselamatkan dan wafat juga. Innalillah wa Inna ilayhi Raajiuun.  

Ketika ditanya oleh wartawan, Khaled menyatakan bahwa pembantunya yang berasal dari Indonesia itu sudah bekerja selama 3 tahun di rumahnya dan selama itu dia baik-baik saja dan terlihat sayang pada anaknya. Dia sendiri mengaku selalu memberi gaji tepat waktu, tidak pernah kasar dan sering memberi hadiah pada si pembantu. Saat di-interogasi pembantu juga menyatakan bahwa dia diperlakukan dengan dan dia sayang pada Tala namun anehnya selama seminggu dia mendapatkan sms yang terus menerus menakuti-nakuti dia dan menyuruh untuk membunuh. Dengan memantau penyelidikan dan berita mengenai peristiwa ini, bagi saya sebab utama dan motivasi pembunuhan juga tetap belum jelas sampai sekarang.

jadi sampai detik ini belum terjawab apa sebab perubahan yang terjadi pada diri si penyembelih yang selama tiga tahun baik-baik saja lalu tiba-tiba bagai kesurupan dan melakukan suatu kejahatan yang tak terbayangkan.

Saya sedih sekali ketika mendengar dan mengikuti liputan kejadian ini. Bahkan semenjak seminggu sebelumnya ketika mendapat bbm yang sedang menyebar di negara teluk ini. Bbm itu menyatakan supaya semua orang berhati-hati dari orang Indonesia karena 75% persennya suka melakukan sihir. Tentu itu hanya sebuah fitnahan yang ditulis dengan rapi dan serius. Pastinya orang-orang yang pernah berkunjung ke Indonesia mengetahui bahwa itu hanyalah omong kosong. Kala  teman-teman yang bertanya kepada saya mengenai kebenaran info bbm itu saya jawab bahwa; “semenjak lahir dan sampai saat ini di Indonesia saya tidak pernah bertemu ahli sihir ataupun melihat orang yang tersihir. Sihir ada dimana-mana bahkan di televisi yang setiap hari kalian lihat dipenuhi dengan sihir. Adapun di Indonesia sebagaimana di negara manapun memang ada dukun-dukun dan ahli sihir tetapi yang pasti itu langka. Bahkan di Oman, atau Maroko dan negara Afrika lainnya juga terkenal tapi kita tidak bisa katakan bahwa mayoritas orang afrika suka sihir.” Mereka pun kemudian yakin bahwa bbm yang menyebar itu hanyalah fitnah.

PENTING! Ada subjek yang mesti kita angkat; yaitu mengenai Duta RI yang sebenarnya (yaitu Tenaga kerja dan karyawan) . Perlu diketahui bahwa mayoritas masyarakat luar negri khususnya di timur-tengah berinteraksi dengan warga Indonesia yang mana mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga, supir dan buruh. Tentu warga awam mengambil kesimpulan mengenai orang Indonesia sesuai pengalaman mereka berinteraksi dengan para pembantu pekerja, baik itu saat di rumah, di toko, di pasar, di mall, di kantor polisi, di kejaksaan, di imigrasi  dan di mana-mana. Sayangnya para TKI dan TKW itu umumnya sebegitu tidak berpendidikan sehingga bahkan dalam hal-hal yang sifatnya common sense mereka lemah. Contohnya dari kejadian di atas warga RI sebagai pelaku kejahatan namun banyak juga kejadian yang mana mereka sering menjadi korban. Baik itu penganiyaan fisik dan mental hingga penculikan dan pemerkosaan. Kemarin dulu seorang pembantu diperkosa oleh supir taksi asal Banglades dan ketika ditanya polisi dia tidak mengetahui mobil jenis apa atau plat nomornya yang hanya empat angka sehingga polisi sulit sekali mencari pelaku. Jangankan di Saudi, di negeri yang berpenduduk lebih kecil seperti UAE dan Qatar saja  setiap bulannya ada sekitar 65 kasus warga Indonesia. Saat diperlihatkan datanya oleh kawan yang bekerja di kejaksaan saya menemukan bahwa 70% kasus mereka adalah karena membawa masuk pria asing yang seringnya pria asal pakistan, india, dan banglades kadang juga mesir yang kebanyakannya adalah tukang-tukang yang bekerja di daerah sekitar rumah majikan. Mereka mungkin sekedar butuh teman ngobrol walau kadang juga di tengah malam membukakan pintu untuk masuk ke dalam rumah dan kamar tanpa pengetahuan majikan. Mereka tidak mengetahui bahwa hal itu akan menyebabkan tidur lama di penjara. Kebanyakan mereka tidak mengetahui bagaimana mengungkapkan hajat dan kebutuhan atau isi hati, padahal hal itu penting bagi setiap pekerja. Bukan karena tantangan bahasa saja tapi karena tertiban asumsi mental juga. 13% adalah kaburan yang kemudian bekerja sebagai prostitusi. Seringnya karena dirayu oleh pembantu kaburan yang sudah berpengalaman, dibohongi untuk kabur kemudian dipaksa menjual diri. 10% adalah yang kabur dari majikan dan bekerja partime di banyak tempat, 5% adalah korban penganiyaan majikan jahat. 2% sisanya adalah kasus pencurian, usaha bunuh diri, dan lain-lain.

Image

Bulan lalu di UAE ada seorang pembantu yang meninggal karena dipukuli pakai penggorengan oleh majikan perempuan. Si majikan mengaku kesal, menyiksa dan memukuli namun tidak niat membunuh. Bagusnya ada saksi pembantu lainnya yang bekerja di rumah asal Ethiopia hingga akhirnya si majikan dihukum 16 tahun penjara oleh pengadilan. Contoh lainnya kisah tragis Gadis cianjur sebagai korban yang bisa Anda baca di blog ini. Aduh, sebelum lebih banyak cerita yang terlintas dan terungkap lebih baik saya kembali pada yang ingin ditekankan yaitu bahwa ada kurang perhatian terhadap “Duta-duta kita” yang sudah selayaknya mesti disekolahkan dahulu sebelum berangkat kemana pun untuk pekerja. Kalau itu sangat susah maka paling tidak memastikankan PT tenaga kerja untuk memberi training yang sudah distandarisasi, walau sifatnya seminggu atau 3 hari saja mengenai apa yang selayaknya dilakukan dan apa yang tidak.. apa yang harus dilakukan jika dianiaya, bagaimana mengontak kedutaan atau kantor agen? Apa hak-hak majikan dan hak-hak pekerja dan lain sebagainya. intinya supaya jangan sampai menjadi Korban atau pelaku kejahatan. Itu adalah hal-hal wajib  yang bisa dilakukan pemerintah atau kita sebagai sesama warga untuk membantu mereka dan bukan hanya menyediakan penampungan dan segala urusan proses saja. Saya yakin kalau mereka diberi training beneran soal know how saja maka penampungan dan kasus-kasus akan jauh lebih berkurang. Tidak harus merespon secara extrim dengan menutup luang kerja luar negri. Ya saya secara pribadi setuju saja asalkan mereka bisa bekerja dengan penghasilan yang lumayan dalam negri sampai dapat membangun rumah di kampung.

Lihat gambar berita di bawah ini; Negara Nepal telah melarang pembantu yang di bawah usia 30 tahun untuk kerja ke luar negri. 

Image

Saya masih sedih karena andil saya hanya sekedar menulis dan mencoba menggugah melihat fakta saja, tetapi sumpah demi Allah, saya sangat berharap coretan curhatan ini dapat sampai ke pembaca yang mempunyai pengaruh dan dengan tulus dapat merealisasikan solusi yang terbaik untuk masalah ini. Karena jelas dari dahulu masalah ini terus ada dan mestinya tidak berlanjut hari demi hari tetap terjadi. Jika memang sudah ada usaha pemerintah untuk masalah ini maka layak dipelajari ulang jika terlihat jelas belum ada kemajuan. Bahkan negara tetangga seperti philipina yang mana TKWnya jauh lebih banyak baik itu yang skills atau sebagai pembantu tetapi anehnya kasus-kasus seperti diatas tidak sebanyak TKW Indonesia.

mengapa harus ada negara lain yang lebih mendahului menerapkan undang2 seperti dibawah ini..? dunia sudah lebih peduli!

Image

Dan sungguh jika tiada usaha yang efektif, maka masalah ini jauh lebih besar dampaknya dari pada sekedar menjaga hak warga RI dan Hak pekerja dan majikan saja, karena yang dipertaruhkan adalah nama Negara, citra bangsa, ajaran agama dan sifat mulia. Sebab jika “duta-duta RI” di luar negeri itu dibiarkan generasi demi generasi seperti sekarang saja maka warga luar mengira bahwa orang Indonesia tidak berpendidian, mudah ditekan, mudah dibohongi, melakukan apa saja terhadapnya tidak akan ada yang peduli, dan negara dianggap negara miskin yang selalu memerlukan bantuan. Padahal termasuk negara surga yang sangat kaya di dunia. Terima kasih kepada pada koruptor yang hanya berfikir kaya sendiri dengan mengkhianati bangsa dan negara. Saya tidak heran mengapa dalam riwayat korupsi harta negara dosanya bisa lebih besar dari pada berzina dengan ibu sendiri di Ka’bah, pasti karena dampaknya yang sedemikian meruntuhkan generasi anak bangsa dan hak orang banyak yang tidak tersampaikan. Karena para koruptor, karena ketamakan, karena tiadanya keikhlasan, banyak warga RI yang merasa malu mengaku sebagai orang Indonesia. Hidung saya mancung, alis saya tebal, tubuh saya besar, tetapi saya selalu ingin bangga mengatakan bahwa saya dari Indonesia, seringnya penanya tidak percaya dan saya terpaksa tambah serius dan menjelaskan bahwa dari yang putih kurus, coklat gemuk, merah kelabu panjang hingga yang hitam kereng juga ada di Indonesia. Paling tidak supaya menambahkan wawasannya. Tapi anehnya; Sadarkah kita bahwa mayoritas warga RI selalu berfikir untuk kerja di luar negri dan bahkan dari yang kaya sampai yang miskin bangga kalau sekolah di luar, bekerja di luar, berobat ke luar, berkarya di luar, belanja di luar dan selalu bermimpi menjadi warga negara luar, padahal segala wasilahnya ada di Indonesia. Betapa menyedihkan!! Jika semua berfikir demikian maka untuk siapakah Indonesia, untuk apa kita harus merdeka, untuk apa kita mengangkat bendera???  Ayolah mari kita memulai dari diri dan sadar bersama.. ayolah Pak, ayolah dik, ayolah bang, ayolah Bu, kita angkat kembali nama negara, kita berkerja tulus demi jiwa, demi keluarga, demi bangsa, demi manusia hingga bendera merah putih bisa berkibar di surga.   

lihat gambar berita di bawah mengenai seorang dermawan yang tulus dan tidak ingin diketahui namanya telah membayar hutang 3 pembantu asal Indonesia supaya mereka bisa keluar penjara dan mudik. saya senang membacanya namun pada saat yang sama juga sedih karena mengapa harus ada bangsa dan pemerintahan lain yg lebih perhatian, apakah pemerintah yang kaya raya sudah sebegitu tutup mata ?? Quo Vadis Indonesia?   Saya sadar, bagaimana kita bisa mengharapkan hormat bangsa lain, jika diri kita sendiri tidak bisa menghargai negara dan tidak memerdulikan sesama bangsa..? Ya Allah, semoga setiap warga RI tambah peduli, membasmi korupsi, memperbaiki ekonomi, meningkatkan kwalitas pendidikan dan kesehatan dalam negeri, sehingga semua penduduk RI hidup bahagia dengan besar hati tanpa keharusan mencari rezeki ke luar negeri.

Image

20 comments on “1 pembantu, 2 keluarga, 3 nyawa.

  1. Ava mengatakan:

    Salam, Setuju dengan anda bahwasanya diperlukan tenaga kerja kita yg berpendidikan khususnya mereka yang akan berangkat ke luar negeri dan juga supaya lebih mumpuni dlam bidang yg akan dikerjakan.. beriman dlam agamanya pula. Karna benar bahwa gak sedikit yang bermasalah di sana Jadi bagusnya negara juga meningkatkan kwalitas pendidikan yang ada untuk masyarakat umum dan menyediakan pelatihan khusus untuk para tki tkw sebelum brangkat bagaimana pun caranya. supaya tenaga kerja lebih berkualitas dan tidak bermasalah. Skian ksimpulan dr saya. Wass.

    • waskim mengatakan:

      setuju emang bagus,tapi untuk orang saudi tetep tidak mentaati peraturan,apa lagi kontrol dari ejen tidak ada,jadi yang perlu di perbaiki penyalur harus kontrol,itu yg penting.

      • tatang wahyudin mengatakan:

        pa waskim,,kita punya perwakilan yang melibatkan orang saudi sendiri,,,
        dia yang harus mengotrol..seperti saran saya ,sang majika harus lapor minimal 1 bln sekali membawa s tkw ke perwakilan….

  2. nasly syeban mengatakan:

    Setuju,utk bermukim,d negri’ku tercinta Mrah-Putih”

  3. Shaheer Hamdy mengatakan:

    silahkan lihat wawancara dengan si Pembantu; http://youtu.be/7c4wiueH5Fw

    • Anonim mengatakan:

      Iya sekarang indonesia d mata orang timor tengah musuh nya kenapa juga PT harus di tutup

      • Anonim mengatakan:

        ahsan klu di tutup…hahaha….supaaya amman…ga jadi cemoohan ….emng cari nafkah cuma kesaudi aza,,,,lagian kruss gaji sama aza di indo…kerja full…gaji ga sesuai…bagiku itu cara yang baik buat nama negara kita….sekarang juga orang arab banyak yang cari tenaga indonesia…makanya indonesia harus bertahan…biar ga di lecehkan terusss…hidup indonesiaaaaku…
        MERDEKA

  4. tatang wahyudin mengatakan:

    tolongan sampaikan….pada instansi pemerintahan…!!
    kenapa semua ini terjadi..??
    adalah kurangannya pengawasan dari yang dikaakannya sebagai perwakilan,,,,yang nyatanya tidak mewakili tki…….
    saya sering mengusulkan,,,saran,,,,bikin kesepakatan…antara perwakilan dan si majikan,,,,khusunya untuk tkw,,,wajibkan lapor,,,1 bln sekali minimal…agar tau ada apa dan bagaimana mereka,,,
    atau…diwajibkan sang majikan bayar gajih d perwakilan…..insya alloh…masalah seperti ini nga bakalan terjadi…
    saya selama 10 thn bekerja di sini…sediki dbanyak mengetahui,,,karakter,,tki dan para majikan disini……

  5. Anonim mengatakan:

    masukan Sobat bagus sekali ….
    kalo soal training itu udah ada peraturan di PT waktu aku dulu masuk PT
    tapi sayangnya itu tidak bener2 di lakukan untuk TKW ke Saudi …
    Entah bagaimana selanjutnya nasip TKI di Saudi ….
    Saya skrng yang masih Menjabat sebagai TKI hehehehehe
    banyak sekali temen2 aku yang menguluh kerana ketidak wajaran pekerjaan
    apalagi sering sekali ada temen yang susah di kasih gaji ….
    dan mau mengadu ke Duta-duta Indonesia eh malah ada temen aku yang malah di marahin …. dari situ banyak temen yang milih untuk jalan kabur dari pada mengadu ke para Penjahat Perwakilan Indoneisia itu. mengadu tidak ada solusi dan tidak ada dukungan untuk kita … ujung2 dia bela majikan mungkin karena di sogok pake Uang Real kale…. aduh Ampun

    • Anonim mengatakan:

      betul kawan, saya sangat setuju kalo pengiriman saat ini di berhentikan selamanya.

    • Anonim mengatakan:

      yupppzzz…emang bener..sebaiknya jangan di kirim lagi.pt tutup itu insya Alloh selamanya…hahaha….aku bangga klu indonesia ga kirim tkw/tki /supir dan pembantu ke arab…citra indonesia akan baik seperti dulu kala…hidup indonesia …ku….
      MERDEKA…MERDEKA…MERDEKA..

  6. Anonim mengatakan:

    saya lilis dari lampung selatan saya punya pengalaman yg menyenangkan saat bekerja di timur tengah 6 tahun saya bekerja di sana,aman aman aja tu,majikan saya baik baik,ramah,bekerja di timur tengah tu tinggal kita bawa diri kita,harus bisa bahasa arap dan bekerja apa yg di perintah majikan dengan baik dan jangan sampai kita bicara ama majikan laki jika minta keperluan sehari-hari minta ama majikan perempuan pasti kerja di timur tengah menyenangkan,emang aku merasa iri ama kehidupan wanita timur tengah setiap hari gak pernah ngurus anak gak pernah kerja pekerjaan rumah dan beli apapun suwaminya yg beli,aku pikir2 yah itu nasip orang kaya .Na cerita di atas tadi pembantu yg namanya amah mungkin dia punya rasa iri ama majikan nah itu jangan di tiru karna sewaktu mau berangkat kerja kita punya cita2 nah semasa kita kerja kita harus ingat2 apa cita2 kita pasti kerja kita semangat. sukron hada uktup min lilis lampung.

    • Anonim mengatakan:

      lilis emang ada benarnya,tp sebaiknya PT tutup lebih baik,sa’at ini aq di saudi udah 10th,(sopir)masa 10th cukup untuk mengetahui sifat&karakter kebanyakan orang timur tengah.jln yg terbaik PT tutup,dlm alqur’an alloh udah janji,(akan menanggung rizkinya mahluk di atas bumi ini,jadi cari rizki tidak harus ke luar negeri(hususnya)timur tengah,

  7. […] sedang teruji kembali. setelah kasus penyembelihan di kota Yanbu’ Saudi bulan Oktober lalu (https://alaysyah.wordpress.com/2012/10/01/peristiwa-yanbu/ ) , kini terjadi kekejaman serupa tapi tak sama di Abu […]

  8. Anonim mengatakan:

    tolong aku aku mau pulang tpi ngga bisa pulang ke indo karna selalu di halang sama majikan ku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s