Halloween; antara fakta dan analisa.

 

Image

Halloween adalah perayaan yang diselenggarakan oleh bangsa Celtic yang dahulu bermukim di daerah sekitar Irlandia, Inggris dan Prancis bagian utara. 2000 tahun lalu mereka adalah kaum penyembah mitos dan berhala yang juga dikenal dengan kaum pagan atau Paganism. Mereka merayakannya sebagai tahun baru pada tanggal 1November karena saat itu termasuk tanda perpindahan musim semi/panas yang diwarnai dengan panen ke musim dingin yang diwarnai dengan gugur. Hal itu memicu anggapan dan asumsi bahwa di hari itu dunia orang-orang yang sudah mati dengan dunia orang-orang yang masih hidup berinteraksi dan membaur.  Mereka percaya bahwa malam akhir Oktober itu hantu-hantu pada turun sehingga memudahkan para peramal untuk mendapatkan ramalan sepanjang tahun khususnya selama musim dingin. Hasil ramalan itu sebegitu penting sehingga menjadi pedoman bagi mereka.

Pada acara Samhain (istilah Halloween masa itu), para sesepuh dan peramal Celtic biasa membuat obor api unggun yang besar agar masyarakat melemparkan persembahan dari mulai hasil tanaman hingga hewan-hewan sebagai korban persembahan dan sesajen untuk tuhan-tuhan dewa dewi mereka. Pada acara tersebut  mereka biasa saling meramalkan nasib satu sama lain dan mengenakan kostum-kostum yang seram dan wajah yang ditutup dengan kepala binatang atau kulitnya sebagai topeng demi merepresentasikan reinkarnasi orang-orang yang sudah mati. Dalam hal ini bisa jadi karena sebagian penampakan orang-orang mati yang terlihat oleh peramal dan sesepuh mereka bertubuh setengah binatang.

Jika kita sejenak kembali ke riwayat Islam, memang dalam banyak hadis dan ayat dijelaskan bahwa orang-orang yang sudah mati akan dibangkitkan sesuai kecenderungan mereka semasa hidup. Sebagian besar dibangkitkan dengan rupa hewan karena amal, perilaku, beserta pikiran dan hasratnya semasa hidup di dunia sebatas level hewani saja.
Sebagaimana yang diungkap al-Qur’an bahwa sebagian manusia hidup seperti hewan ternak bahkan lebih buruk karena tidak menjalani gaya hidup sesuai akalnya yang menjadi pembeda manusia dari hewan. Banyak sekali hadis yang menerangkan bahwa di hari kebangkitan hanya mereka yang selalu menggunakan akal dan mematuhi ajaran Tuhan sajalah yang bangkit seutuhnya dengan rupa manusia. Jadi mungkin seperti itulah rupa orang-orang mati yang mereka lihat sehingga dalam perayaan, mereka ingin menyerupai dan membaur. Itu satu teori yang mungkin mempunyai andil dalam alasan pilihan kostumnya. Teori kedua adalah bahwa ketua setan (Iblis/devil) dalam bentuk aslinya bertubuh tengah manusia dan berkepala dan kaki hewan khususnya kambing mendes yang juga dikenal dengan istilah Baphomet sebagai kiblat penyembahan para pemuja setan di dunia. Begitupun juga Jin-jin kafir, seringnya berbentuk seperti itu atau merubah bentuk menjadi hewan-hewan tertentu. Karena para peramal dan tukang sihir masa itu saat beroperasi dan menyembah menanti penampakan untuk ilham dan petunjuk hasil ramalan, mereka sebenarnya berinteraksi dengan Jin dan setan. Demikianlah penampakan yang mereka lihat sebagai sumber ilmunya atau sihirnya, maka dunia alam gaib dan sosok-sosok yang berpengaruh yang mereka ketahui adalah begitu sehingga rupa dan bentuk seperti itulah yang diadopsinya untuk perayaan.

Kalau kembali ke fakta sejarah, dinyatakan bahwa di malam itu mereka berbusana seram karena kepercayaan bahwa banyak hantu yang akan muncul, maka supaya hantu-hantu itu tidak masuk rumah, mereka semua keluar rumah dan berupaya terlihat seperti hantu-hantu agar rancu dan tidak terganggu oleh roh jahat. adapun bagi yang terpaksa menetap di rumah, mereka menaruh sesajen di luar pintu rumah supaya hantu-hantu itu tidak masuk ke dalam dan mengambil yang disuguhkan di luar saja.

Singkat cerita, setelah tahun 43 M hingga 600 tahun kemudian kerajaan romawi telah sepenuhnya menaklukan tanah Celtic dan berusaha menyatukan adat perayaan Samhain (Halloween) dengan peringatan kepergian periwara-perwira mereka yang telah mati. Mayoritas romawi masa itu beragama Kristiani dan di tahun 609 M Pope Bonifade 4 di Roma meresmikan tanggal 13 May sebagai upacara peringatan untuk pejuang Kristiani yang telah gugur. Di kemudian hari para ketua agama Kristen dan gereja, khususnya di masa Pope Gregory 3 di abad ke 7 hendak memperbaiki peringatan Samhain menjadi peringatan yang lebih masuk akal dan tidak bertentangan dengan ajaran kristiani serta pada saat yang sama tidak membentrok adat Celtic, maka peringatan hari martir 13 May tersebut dirubah ke tanggal hari awal November dan diluaskan menjadi peringatan yang bukan khusus martir kristiani saja melainkan untuk semua jiwa yang telah pergi. Hari itupun di-istilahkan dengan all souls day atau dalam bahasa inggris abad pertengahan disebut alholowmesse yang berarti all saint day (hari para santa/jiwa-jiwa suci) sementara malam sebelumnya yaitu malam Samhain dijuluki all-hallows eve yaitu malam keramat dan akhirnya istilah Samhain dan Hallows Eve itu menjadi Halloween.  peringatan all souls day itupun juga diselenggerakan dengan parade dan peserta yang karena berlatar belakang romawi dan celtic dan lainnya bergabung maka yang turun ke jalan berkostum campur dari yang bersayap putih menyerupai malaikat hingga yang bertopeng menyerupai setan.

Sebagai lambang sesembahan makanan sesuai masa awalnya yang melempar hasil tanaman ke api, setelah mengalami perubahan di abad itu  maka hasil panen dilambangkan  dengan orangan sawah dan buah labu yang dikosongkan dibentuk wajah seram dan ditaruh lilin di dalamnya, kini disebut Jack-o-lantern (Lentera Jack), atau sebagian daerah menggunakan Apel yang dicelup ke air gula.

Di abad ke 18,  karena banyaknya orang Eropa berimigrasi ke Amerika khususnya yang dari Inggris dan Irlandia, maka Halloween kembali marak dirayakan namun sisi-sisi yang menakutkan dan takhayul mulai dihilangkan dan menjadi pesta kelaurga dan teman-teman dari anak kecil hingga dewasa.

Image

Tapi topeng2 seperti masih terus diproduksi dan digunakan. mungkin nanti penampakan2 seperti ini sudah menjadi biasa dan bisa bersahabat dgn manusia serta menjadi teman hiburan😦

fenomena Halloween sudah termasuk gerak anak-anak yang memakai kostum dan topeng kemudian mengetuk rumah-rumah sekitar seraya mengatakan “treats or trick” (mau ngasih atau mau dikerjain) yang membuka pintu rumah juga biasa sudah menyiapkan permen atau coklat. jadi semenjak kecil anak-anak tanpa disadari harus berani meminta ke orang luar dan sekaligus mengancam, walau dalam  film2 hollywood adegan seperti itu terlihat lucu dan menyenangkan, namun kenyataannya bisa mengajarkan anak-anak untuk berani kurang ajar.

Abad demi abad, generasi demi generasi, yang jelas kini perayaan Halloween termasuk perayaan paling komersial yang paling menguntungkan dunia bisnis setelah krismas. Di Amerika saja bisa menghasilkan laba sampai ratusan milyar dolar, tentu yang paling untung adalah korporasi-korporasi besar.

Kesimpulan;

  1. Halloween adalah perayaan yang berasal dari kejahilan kaum pagan dan tiadanya kepercayaan pada Tuhan Sang Maha Esa, Maha Pelindung dan Pemberi rezeki. Jadi perayaan itu berasas pada kemusyrikan total.
  2. Dari awalnya sudah identik dengan peramal, tukang sihir dan hantu.
  3. Sebagai Upaya mendapat Petunjuk dari roh-roh yang gentayangan sementara interaksi yang terjadi adalah dengan setan dan Jin yang hendak membodohi manusia. Coba saja search di internet, maka pasti Anda akan menemukan bahwa Halloween lebih berkaitan dengan simbol-simbol makna yang suram dan seram dan rasa takut yang lahir dari kejahilan.  
  4. Bisa ditelusuri bahwa semenjak abad 18an Yang menyemarakkan dan menghidupkan Halloween kembali di abad kemajuan akal dan sains ini adalah kaum penyembah setan yang memiliki perusahaan-perusahaan besar dan pengaruh dalam dunia politik. Mereka telah berhasil mensekulerkan perayaannya supaya lintas agama dan keyakinan, serta membuatnya umum seperti pesta sosial biasa sehingga ritual-ritual yang mereka adakan juga menjadi lumrah dan tidak menjadi sorotan atau ditentang massa. Juga tentunya sangat menguntungkan korporasi-korporasi mereka dari mulai penjualan kostum, aksesoris dan lain-lainnya hingga show pesta-pesta besar.  Untuk tujuan yang sama pula mereka berhasil mengekspor perayaan Halloween ke dunia international.
  5. Bahkan yang tulus beragama Kristiani sadar dari dahulu tidak turut merayakan.
  6. Tidak diragukan bahwa dengan turut berpartisipasi dalam perayaan semacam itu, seorang manusia diundang untuk ikut menjadi manusia setan dengan meniru dan mengidolakan wujudnya dalam pesta yang menjauh dari malaikat dan berkat. Atau paling tidaknya melepas busana lahiriah manusiawi dan menggantikannya dengan lahiriah hewani.

Supaya lebih menghasilkan dan semakin meluas, kini banyak sekali perusaahaan yang bukan sekedar mengadakan pesta Halloween saja untuk karyawan, namun bahkan mengintimidasi karyawannya untuk turut berkostum dan mencoreng muka. Inna lillah wa inna ilayhi raajiuun

 

الله ولي الذين آمنوا يخرجهم من الظلمات إلى النور والذين كفروا أولياؤهم الطاغوت يخرجونهم من النور إلى الظلمات أولئك أصحاب النار هم فيها خالدون

 

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.  (QS: Al-Baqarah, 257)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s