Surat dari Masa Depan

Image

Dubai 19-04-2017

Anakku sayang,

hari ini umurmu masuk 5 tahun. Kau masih belum bisa memahami apa yang ingin abah sampaikan. Surat ini adalah jawaban untuk pertanyaan yang akan datang di benakmu nanti. Supaya kau tidak sibuk mencari tahu mengenai sejarahnya dari pihak lain, maka abah siapkan penjelasannya untukmu di surat ini:

Ibumu bernama Amina binti Ahmad. Kau sudah sering lihat fotonya yang terpajang di kamar abah. Dia cantik, menarik, solehah, baik, berbudi tinggi, pintar, dan selalu terlihat bahagia. Bagi abahmu ini, Ibumu adalah senyum di wajah, sinar ceria di mata, air sejuk di dada, melody indah di telinga, dan cahaya terang di hati. Kehadirannya selalu mengusir sunyi, tawanya selalu mengundang seri, geraknya menghibur diri, pandangannya menatap hati, dan kasih sayangnya mewarnai hari-hari. Bagi abah dia bukan hanya seorang istri tetapi nafas yang mengisi sanubari.

Image

akibat gempa

Ketika kau masih berusia 1 tahun dia meninggal dunia akibat gempa dahsyat yang terjadi di akhir tahun 2013. Untungnya saat itu kau sedang berada di rumah nenekmu yang tidak bertingkat. Kala itu Abah baru keluar kantor sekitar jam 4, sementara ibumu di apartment kita yang berada di lantai 12. Saat itu dia sedang sibuk menyiapkan makanan buat tamu-tamu undangan malam demi merayakan hari ulang tahunmu yang pertama. Abah baru saja keluar kantor dan sempat menelponnya saat nyetir menuju pulang. Tidak lama setelah menutup telpon tiba-tiba mobil terasa bergoyang sendiri, begitupun juga semua mobil yang ada di jalan. Abah berhenti di tengah jalan raya yang membelah sahara sekitar satu kilo sebelum masuk kota. Gempa terasa sebegitu dahsyat Zein. Dari mobil yang bergoyang tegang, abah melihat bangunan-bangunan tinggi itu mulai terayun dan gemetar bagai tubuh yang kesetrum listrik. Abah lihat bangunan-bangunan itu satu persatu runtuh. Abah teriak sekeras-kerasnya memanggil nama ibumu. Tubuh abah bergetar karena gempa, namun hati abah runtuh karena mengingat ibumu saat itu. Pemandangan sangat menakutkan dan terjadi sebegitu cepat, namun sampai detik ini tetap terekam dan masih terus berputar di benak abah. 

Image

Tsunami

Lebih dari setengah penduduk negri ini tewas. Sekitar 4 juta jiwa yang menjadi korban, begitupun juga di luar negeri, gempa dan tsunami terjadi di berturut-turut sehingga menghancurkan 37 negara. Diantara korban itu adalah ibumu. Semoga Allah merahmatinya. 

Dahulu kota ini penuh dengan bangunan-bangunan mewah yang mencakar langit. Kini seakan sudah kembali ke abad lalu.

Dunia masa itu jauh berbeda Zein. Kehidupan terasa luar biasa cepat dan semua orang begitu sibuk. Kehidupan manusia dikontrol oleh korporasi-korporasi raksasa. Hidup sepenuhnya menjadi hanya untuk bekerja dan menyicil hutang demi membangun istana yang runtuh sebelum dinikmati. Manusia terintimidasi dengan mesin-mesin yang memenuhi ruang dan waktunya. Mesin ada di tangannya, di kepala, di kaki, di meja, dan dimana-mana sehingga manusia juga sudah menjadi seperti mesin elektronik. Kau mungkin susah membayangkannya tapi yang pasti  kini kehidupan jauh lebih tenang dan manusia lebih bersahabat satu sama lain karena masing-masing telah mengalami trauma dan jadi lebih menghargai sesama.

Masa itu makanan ada jutaan variasi tetapi rata-rata berupa kalengan dan daging-daging dan sayuran sudah banyak hasil suntikan hormon dan tidak tumbuh secara alami. Walau tidak begitu banyak pilihan tetapi kini kita bisa menikmati makanan yang jauh lebih sehat dan bergizi. Dahulu sangat susah dan mahal untuk mendapatkan makanan yang seperti sekarang ini. Lihatlah sekarang hampir setiap rumah bisa memiliki peternakan sendiri, dan yang ada di toko-toko juga sesuai regulasi kesehatan yang sebenarnya.

Abah bukan sekedar mau menghiburmu tetapi hanya ingin menjelaskan sisi fakta positifnya sebagaimana semua juga ada hikmahnya. Bukan abah bersyukur dengan terjadinya bencana tetapi sepertinya karena pola hidup manusia waktu itu sudah mengarah ke jurang kehancurannya dengan terus menentang alam dan fitrah serta membotakkan hutan-hutan maka seakan alam sendirilah yang terpaksa merubahnya. Image

Zein, sadarilah bahwa tidak mudah bagi abah mengurusmu sendiri semenjak saat itu, tetapi kau juga sudah menjadi alasan kuat yang membuat abah bertahan hidup mengalami jenjang perkembangan alam baru ini. Untungnya selama ini masih ada nenekmu yang sangat membantu, tetapi sekarang dia juga sudah tua dan abah juga harus mengurusnya.

Zein, Ada banyak yang masih mau abah ceritakan dan sepertinya surat ini akan menjadi buku yang tebal. Semoga kau tidak bosan membaca sebagaimana abah tidak bosan menulisnya. Tiap ada waktu abah akan lanjutkan sehingga kau bisa paham bagaimana dunia sebelum bencana dan bagaimana abah melalui lima tahun ini. Selamat ulang tahun buah hatiku, kau selalu mengingatkanku akan ibumu. 

This entry was posted in Article.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s