Penyembah Iblis

Abadatus Syaithan, the Golden Down, Yazidiyah, Luciferian, Church of satan, Freemason, Illuminati, Satanis. 

بسم الله الرحمن الرحيم

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS: al-Kahfi, 50)

Selain memastikan bahwa Iblis adalah dari golongan Jin, dan mempunyai keturunan, ayat di atas juga mengisahkan bagaimana Allah mencemooh orang-orang yang menuhankan Iblis dan keturunannya. Menurut para ahli tafsir, kata awliya yang terjemahannya adalah ‘pemimpin’ dalam ayat itu lebih dari pada sekedar patuh atau menjadikan sosok tertentu sebagai pemimpin, karena setelah kata itu ada kata selain-Ku yakni selain Tuhan. Melihat fenomena dunia yang ada sepanjang sejarah, jelas teguran Allah itu bukan hanya mencakup mereka yang beragama Pagan atau Politheis yang menyembah mitos-mitos dewa dewi atau ‘malaikat’ yang baik demi kebaikan dan menyembah dewa dewi jahat atau setan demi perlindungan, tetapi lebih partikularnya menegur mereka yang menyembah Iblis dan mempercayai bahwa dia mempunyai kekuatan pengaturan bumi serta menjadikannya tuhan yang layak disembah. 

Image

Polytheism. 

Agama Pagan mempercayai dualisme tuhan yang disembah yaitu tuhan baik dan tuhan jahat seperti dalam Yunani ada Zeus dan Hades, Roman ada Jupiter dan Pluto, Mesopotamia ada Marduk dan Tiamat, Zoroaster ada Ahura Mazda dan Angra Mainyu,  Norse Jerman ada Odin dan Loki. Dalam penyusunan kepercayaannya para penyembah setan juga lebih sering merujuk kepada mitos-mitos tersebut ketimbang pada ajaran monotheisme agama samawi Ibrahimic. Berkenaan dengan hal ini Allah berfirman,  Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi yang dapat membangkitkan orang-orang yang telah mati ? seandainya di bumi dan di langit  ada tuhan selain Allah, maka tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah Pemilik Singgasana Arsy dari apa yang mereka sifatkan. (QS: al-Anbiya 21-22)

Menurut sejarah, mereka memang sudah ada dari masa dahulu khususnya di kalangan orang-orang yang berkuasa dan memerangi ajaran Ilahi dan kebenaran para Nabi. Oleh karena itu para penyembah setan masa kini banyak mengambil simbol-simbol sama yang digunakan Fir’aun-Fir’aun mesir dan mitos-mitos raja-raja yunani kuno. 

Jika kita perhatikan sebenarnya hal itu juga sudah di-isyaratkan dalam al-Qur’an surat maryam ayat 44, disebutkan saat Nabi Ibrahim menegur ayah angkatnya; Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.

Jelas bahwa dari masa raja Namrud di masa Nabi Ibrahim fenomena seperti itu sudah ada. Bahkan sebenarnya bisa juga dikatakan bahwa penyembahan terhadap Iblis sudah sempat terjadi semenjak masa generasi pertama manusia yaitu tatkala Qabil membunuh Habil kemudian menjadikan api sesembahan sebagai kiblat sembahyang sesuai ajaran dan permintaan Iblis. kisahnya bisa pembaca baca di bagian kedua nanti.                                                                                                               

Penyembah Iblis bisa dibagi menjadi empat kelompok berikut;

1.Individual; yaitu yang sifatnya menyembah Setan dari dorongan pribadi dan menjadi rahasia pribadi demi memperoleh keuntungan duniawi dengan cepat. Mereka yang seperti itu ada sepanjang sejarah. Sebagian karena anggapan bahwa dengan menyembah setan segenap hajat duniawinya akan diraih dengan cepat. Kadang di-istilahkan dengan ‘menjual jiwa’.

2.Aliran/sekte/agama; yang mana mempunyai kepemimpinan tersendiri dan pengikut setia serta susunan ajaran dan ritual-ritual yang mencakup himne-himne pemujaan Iblis.  Meminum darah, mempersembahkan korban dengan membunuh seorang manusia, baik gadis atau anak kecil sebagai korban, dan jika tidak mungkin, maka digantikan dengan se-ekor binatang, membuat lingkaran dengan macam-macam symbol satanis, manaruh kepala korban atau tengkorak di dinding dalam garis bintang lima yang dilingkarkan atau simbol-simbol lainnya sesuai ajaran sekte. Seringnya “imam” yang memimpin ritual memakai jubah merah hitam atau topeng kepala hewan demi menyerupai sosok Baphomet.

Dalam upacara yang diadakan pada hari-hari “istimewa” biasa dilakukan pesta berhubungan intim secara terbuka bersama dengan lawan jenis lalu saling menukar dan melakukan dengan sesama jenis atau kalau mungkin pemerkosaan massal terhadap seorang yang diculiknya supaya lebih mendapat kerelaan Iblis. Pada tahun 60-70an banyak sekali peristiwa gadis dan anak kecil yang hilang di Amerika dan kasusnya tidak terselesaikan dan pelakunya tidak ketahuan. Bahkan setelah masa itu sempat ada laporan dari banyak rumah-rumah sakit yang sering terjadi hilangnya stock darah. 

Image

Lavey saat ritual

Image

marylin manson & Lavey

Di tahun 1966, tepatnya tanggal 6 April, seorang ahli sihir dan musisi penyembah setan yang bernama Anton Szandor Lavey mendirikan Church of Satan (Gereja Setan) di Amerika. Dia juga menulis buku panduan bagi penyembah setan dengan Judul the Satanic Bible. Isinya mengandung banyak fallacy dan kebenaran yang dicampur aduk dengan kebatilan serta serangan terhadap agama khususnya Kristiani. Sengaja juga dia beri nama Church untuk tempat penyembahan dan bible untuk buku utamanya sebagai ejekan terhadap agama Kristen. Bahkan dalam subbab awal buku tersebut yaitu bab Book of Lucifer dia beri tajuk; Wanted!: God dead or alive yang dengan jelas seperti perantara pena Iblis yang  menyatakan peperangannya melawan Tuhan.

Image

Gereja sa

Anehnya, mereka tidak mau mengakui menyembah setan, dan mengatakan bahwa mereka hanya tidak percaya ada Tuhan ataupun Iblis dan tuhan yang sebenarnya adalah diri sendiri. Taktik semacam itulah yang selalu digunakan depan umum. Tempat penyembahan setan itu dilegalisir lagi oleh putri Lavey yang bernama Karla pada tanggal 31 Oktober 1999 kemudian dia pindahkan pusat administrasi ke New York. Pada tanggal 6 juni 2006 (06/06/06) persis peringatan 40 tahun ‘gereja setan’ mereka mengadakan ritual yang terbuka untuk umum dan untuk pertama kalinya yaitu di sebuah Teater besar di kota Los Angles. Tidak heran, tentu atas nama kebebasan, kelompok seperti ini dibiarkan berkembang oleh pemerintahan Amerika. 

Diantara penyembah setan yang paling terkenal sebelumnya adalah Aleister Crowley meninggal di Inggris tahun 1947, sempat bertapa di piramid Mesir kemudian menulis buku The book of Law dan The book of lie. Dia juga mendalami ilmu sihir dan terang-terangan anti agama dan anti moral.                                                                                                                     Bekas anggota komunitas rahasia the GoldenDawn kemudian Imagememisahkan diri dan membuat komunitas pemujaan setan lain. Aleister juga dikenal sebagai orang paling jahat masa itu dan paling buas (the beast) sebagaimana dia juga suka melakukan aktifitas seksual dengan segala macam gender. Dalam film semi documentery the Arrivals (wakeupproject.com) dinyatakan bahwa Aleister crowley adalah kakek mantan President AS G.W. Bush dari pihak ibu.

 

Walau tidak separah yang tersebut di barat, di timur juga ada sekte pemuja setan: 

Yazidiyah

Adalah aliran atau lebih tepatnya agama yang memuja Iblis, Yazid bin Muawiyah, dan Uday bin Musafir.

Image

Peribadatan Yazdiyah di Lalesh.

Didirikan oleh Syaikh Uday bin Musafir yang oleh pengikutnya diberi julukan “kemuliaan agama” dan “bapak keistimewaan”. Lahir sekitar tahun 507 H atau 1073 M dan nasabnya sampai pada Marwan bin Hakam. Ada sejarawan yang mengatakan  bahwa Uday sempat berguru pada Syaikh Abdul Qadir Jaylani dan Abdul Qadir al-Sahruardi. Tapi tentunya hal itu tidak mengartikan bahwa dia sevisi dengan mereka sepenuhnya dan menyimpang jauh dari ajaran yang benar.  

Diantara dokumentasi ahli sejarah yang menulis mengenai aliran ini juga mengatakan bahwa benih Yazidiyah pada mulanya sudah ada semenjak aliran pemikiran yang terbentuk dari gerakan politik tahun 132 H yang berusaha mengembalikan kejayaan dinasti Bani Umayyah setelah keruntuhannya.

Uday bin Musafir termasuk golongan pertama yang melarikan diri setelah Bani Abbas berkuasa. Hijrah dari Libanon sampai ke Kurdistan, karena konon ibu Marwan Bin Hakam beretnis kurdi. Uday akhirnya meninggal dan dimakamkan di daerah Syaikhan di timur Irak. Sampai saat ini makamnya dijadikan tempat ziarah dan haji para pengikut Yazidiyah.

Setelah kematiannya, aliran Yazidiyah dipimpin oleh ponakan Uday yang bernama Sakhar bin Sakhar bin Musafir yang diberi julukan “Bapak keberkahan” sampai dia meninggal dan dikuburkan di samping makam pamannya di Syaikhan Irak.

Kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya yang bernama Uday bin Sakhar dan diberi julukan “Bapak kebanggaan”, meninggal di tahun 1217 M.  Setelahnya, dipimpim oleh putranya yang dikenal dengan Syaikh Hasan bin Uday dan beri gelar “Matahari agama”. Hasan bin Uday lahir tahun 1154 dan meninggal tahun 1246 dan dialah yang paling bertanggung jawab membawa aliran Yazidiyah dari sekedar pemujaan terhadap Yazid dan Bani Umayyah sampai ke pemujaan Iblis. Dia menyusun buku yang berjudul al-Jawlah li ashab al-khalwah yang berisi ajaran-ajaran aneh dan semakin masuk dalam dunia kegelapan.  Buku tersebut dan juga Mushaf Rash dijadikan kitab suci bagi Yazidiyah.

Jadi awalnya, di masa Syaikh uday mungkin ia hanyalah aliran baru yang masih tidak begitu jauh menyimpang dari Islam, namun setelah aliran itu dipimpin oleh Hasan bin Uday, ia menjadi suatu agama baru yang mengagungkan tiga tokoh utama yaitu Uday bin Musafir, Yazid bin Muawiyah, dan Iblis atau dengan bahasa mereka dipanggil Hadbisyeh

Image

pengunjung makam ketua Yazidiyah

Pemimpin terakhir Yazidiyah adalah Amir Tahsin bin Sa’ad. Pada masanya Yazidiyah berhasil mendapat izin dari pemerintah setempat untuk membuka kantor da’wah di Baghdad yaitu pada tahun 1969. Kantor tersebut dibuka di jalan ar-Rasyid dengan tujuan menghidupkan ke-araban aliran Umawiyah dan menyebarkan nasionalisme dengan slogan seperti “Nasionalisme Arab Umawi dan akidah Yazidi”. Saat ini mereka mempunyai satu kursi di parlemen Irak.  

Perkembangan pemikiran Yazidiyah bisa disimpulkan terbentuk sebagai berikut; bahwa setelah peristiwa pembantaian pemerintahan Yazid terhadap cucu Rasulullah Sayyidina Husain di karbala, banyak umat Islam yang melaknat Yazid dan menuduhnya sebagai sosok yang tidak beragama dan alcoholic. Sementara sekelompok masyarakat yang masih berhubungan kekerabatan dengan Yazid dan pengikutnya menolak pelaknatan dan berusaha menjaga namanya serta mengajak orang untuk menganggapnya sebagai pahlawan Arab. Karena kepercayaan anti pelaknatan tersebut mereka terbentur dengan adanya ayat-ayat al-Qur’an yang menyatakan laknat Allah atas orang-orang dzalim maka mereka mengingkari pelaknatan secara keseluruhan hingga mendakwa bahwa ayat-ayat yang mengandung laknat dalam al-Qur’an adalah salah dan palsu. Akhirnya, bukan hanya penguasa dzalim tidak boleh dilaknat tetapi bahkan syaithan dan Iblis pun juga tidak boleh dilaknat.

Diantara faktor yang membuat mereka anti laknat adalah kepercayaan bahwa pelaknatan itu akan membuat Iblis marah dan bisa membahayakan kehidupan mereka. Kemudian lahirlah ide untuk menyembahnya sekalian supaya terlindung dari kejahatannya. Mereka biasa menyalakan lilin tiap kali membaca ayat yang memuat laknat atau ketika ada kata Syaithan dan iblis tersebut dalam kitab suci. Bukan hanya itu, mereka juga mengganti nama benda atau nama orang yang berawal dengan huruf “SYIN”  ‘Sy’ dalam bahasa Indonesia atau ‘Sh’ dalam bahasa Inggris. Jika ada orang yang bernama dimulai dengan Sy seperti Syakir Syarif atau Syafiq yang berkunjung ke daerah mereka bisa diusir secara paksa.

Dari hasil telaah, bisa kita garis bawahi sekelumit ajaran yang diyakini aliran Yazidiyah sebagai berikut:

-Iblis, atau yang dalam bahasa mereka juga disebut Hadbisyeh, dipanggil dengan julukan Merak malaikat (Thawuus al-malaikah) dan mereka membangun patung merak dari perunggu sebagai kiblat sembahyang dan thawaf. Ironisnya mereka juga tidak suka mengakui bahwa dalam ajaran ada pensucian dan pengagungan terhadap Iblis.

– Dua Kitab suci tersendiri yang dikenal dengan Mushaf Rash atau kitab hitam yang memuat ajaran-ajaran dasar yazidiyah dan kitab al-Jawlah.

-Shahadatnya = Asyhadu Wahid Allah, Sultan Yazid Habibullah (aku bersaksi bahwa Tuhan itu satu dan Sultan Yazid adalah kekasih Tuhan).

-Puasa wajib hanya 3 hari setahun yaitu di bulan December sesuai ulang tahun kelahiran Yazid bin Muawiyah.

-Zakat dikumpulkan di kulit merak dan diserahkan kepada ketua aliran.

-Haji pada tanggal 10 dzul hijjah bertempat di gunung bayt Udzri di Lalesh timur Irak sekitar 430km dari Bagdad yang diyakini sebagai tempat suci.

-Shalat setahun sekali pada pertengahan sya’ban.

-Hari kebangkitan akan berkumpul semua di desa Batet di Senjar sekitar 500km dari ibu kota Bagdad yang mana Syaikh Uday bin Musafir akan menimbang dan menghisab manusia.

– Pernikahan adalah dengan cara menculik gadis dari rumah orangtuanya kemudian berunding antara keluarga dan melamarnya. Sedangkan Pria dibolehkan beristri sampai enam.

– Memakai baju biru haram hukumnya karena sama dengan warna Merak, begitupun juga makan daging merak, ayam, ikan, dan babi.

– Menyukur kumis haram dan lebih baik memanjangkannya.  

– Tidak dianjurkan belajar baca tulis ataupun menunjukkan ajaran-ajaran kitab suci mereka ke penganut agama lain. Hal ini kiranya supaya pengikutnya tidak berpindah ajaran dan menetap dalam kejahilannya.

– Sebelum masuknya Islam, penghuni daerah timur Irak tersebut banyak yang menganut paham Zoroaster dan Pagan yang mana hal itu juga mewarnai bagian ajaran aliran Yazidiyah. Dalam akidahnya juga dapat terlihat adopsi percampuran antara macam-macam agama termasuk Yahudi, Kristiani, dan Islam.

Walau secara relatif tidak banyak jumlahnya namun penganut Yazidiyyah masih ada di Turkia, Armenia, Iran, Syria, yaman, dan khususnya di bagian timur Irak dari sisa bangsa Asuriyin dan Babel.  Sebagian mereka banyak yang hijrah ke Eropa terutama ke Jerman dan Belgium karena terkucilkan di negara asalnya.

Di Irak, khususnya yang menetap di kota Senjar, mereka terkenal dengan bekerja memproduksi minuman arak dan kue-kue manisan. Jumlah mereka saat ini sekitar lima ratus ribu lebih. Kitab dan doa-doa mereka kebanyakan berbahasa kurdi walau penganutnya tidak semua beretnis Kurdi dan juga mayoritas masyarakat Kurdi tidak menganut Yazidiyah.

(Ref; amhaat fi adyaanil aalam, Ensiklopedia agama dunia. Al- Yazidiyyah karya Dr Sami Saeed al-Ahmad. Man hum al-yazidiyyun  karya Mahmud al-Jundi 1976.  My journey to Iraq karya James Buckingham 1855. al-Yazidiyyun karya Hashim al-banna. dari buku Perjumpaan dengan Iblis.)

3.Organisasi; tidak seperti aliran, jenis yang satu ini, walau sering juga ada hubungan erat yang tidak resmi dengan sekte dan mempunyai ritual yang hampir sama, namun ia sifatnya lebih dari sekedar kepercayaan dan peribadatan yang ada dalam sekte, jenis ini mempunyai agenda jangka pendek dan jangka panjang yang sangat berpengaruh atas kehidupan masyarakat umum. Bekerjasama antar sesama anggota dan punya dedikasi tinggi untuk memberhasilkan misi Iblis. Mempunyai tatanan dan tingkatan kepemimpinan berikut aturan ketat dan kinerja yang sangat tertata. Mereka berhasil menetap karena bekerja secara rahasia dibungkus rahasia, merasup dalam tiap agama dan sekte-sekte yang ada di dunia. Mereka berbusana sesuai agama mayoritas tempat mereka berada dan bahkan pengikut tingkat bawah seringnya tidak mengetahui siapa orang-orang atasnya dan apa yang ada dalam agenda. Keberadaan mereka begitu berperan di dunia dengan tangan-tangan misteriusnya yang andil dalam rentetan kejadian jahat di manca negara. Diantara perbedaan yang paling menonjol antara sekte aliran yang memuja dan menyembah iblis dengan yang sudah berupa organisasi seperti halnya Illuminati atau freemason adalah bahwa yang sekte sifatnya kadang tidak menuhankan secara mutlak namun menyembah karena berlindung dari kejahatannya dengan anggapan bahwa dari Tuhan langit hanya ada kebaikan sementara kejahatan adalah dari Iblis sebagai tuhan bumi maka mereka menyembah iblis demi perlindungan dari amarahnya. Adapun freemason beserta akidah kaballah-nya menggiring setiap anggotanya untuk menyembah Iblis secara mutlak dan derajat masing-masingnya semakin meningkat sesuai keberhasilannya dalam menjauh dari kebenaran dan masuk sepenuhnya  dalam kejahatan. Yang mana katanya di masa muda mereka dianjurkan melakukan segala yang diinginkan syahwat tanpa ada batas dan sebisa mungkin, kemudian ketika sudah lanjut usia dan tidak bisa lagi memuaskan syahwat maka mereka baiknya melakukan pembunuhan dan segala macam kejahatan lainnya demi terus menghasilkan kerelaan iblis tuhan mereka. Tokoh besar yang termasuk secara terang-terangan mengakui bahwa dia adalah pemuja Lucifer adalah Albert Pike (1809-1891). Konon dia mendapatkan inspirasi dari setan khususnya berkenaan dengan rencana jangka panjang merealisasikan system rancangan yang dapat membuat kehidupan manusia disibukkan dengan peperangan, penyakit, dan hasil pencaharian yang sekedar bisa untuk bertahan hidup sehingga mayoritas manusia menjadi semakin menjauh dari Tuhan. Tujuan utamanya adalah meraih kekekuasan system setan yang menyeluruh yang sering disebut dengan ‘New World Order’. Walau kadang ditutupi oleh para Masonic dengan menafsirkan bahwa Lucifer yang dimaksudnya adalah sosok gaib pembawa cahaya dan bukan setan. Tetapi bagaimana pun juga sejarah mengetahui bahwa Albert Pike adalah seorang Brigadir Jendral yang termasuk anggota dan tokoh Freemason yang sangat berpengaruh bagi organisasi penjalan rencana setan itu. Diantara karyanya yang menjadi rujukan dalam memahami visi dan tugas anggota freemason sesuai derajat masing-masing dari 1 hingga 33 yaitu Morals and Dogma of the Ancient and Accepted Scottish Rite Freemasonry.

Albert pike

Albert pike


Selain terlibat dalam peperangan dan kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di pertengahan era 1800an, dia juga berhubungan dan berkonspirasi dengan Manzini pendiri organisasi Mafia di Italia. Sampai sekarang patung A. Pike dapat dilihat di Judiciary Square di Washington DC.

4. Accidental/tidak sengaja dan tidak disadari; yaitu mereka yang terjerumus dalam kepercayaan tertentu yang sebenarnya sesat; baik itu agama, aliran, keyakinan, gaya hidup dan sebagainya. Jelas bahwa Kebenaran dari awal sampai sekarang hanyalah satu, jadi apapun yang menyelewengkan hidup seseorang dari jalan kebenaran akan menyampaikan mereka dalam jebakan Iblis. Yakni tanpa mengetahui ataupun menyadari mereka sebenarnya sedang melangkah di atas jalan yang disiapkan setan. Jenis yang seperti ini cukup berbeda karena mereka sebenarnya menginginkan kebenaran dan tidak ada niat bulat untuk mengikuti ajakan Iblis dan bahkan membenci Iblis walau kadang terjerumus olehnya.

Maka dari itu tidak heran walaupun kita sudah beriman tetapi setiap shalat kita juga harus membaca surat Alfatihah yang mengandung doa ihdina shiratal mustaqiim, selalu kita memohon kepada Allah untuk menunjukkan kepada kita jalan-Nya yang lurus, diantara hikmahnya adalah karena Iblis selalu bekerja tanpa libur untuk mengeluarkan manusia sebanyak mungkin  dari jalan yang lurus.

Artikel ini sepenuhnya disadur dari salah satu bab buku Perjumpaan dengan Iblis, terbitan Mizania. bab2 sebelumnya memuat mengenai hakikat iblis dan sejarahnya sebelum durhaka berikut kisah jejak2 perjumpaannya dengan para nabi dan wali.

Image

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s