Saya ingin mengenal siapa Fatimah Az Zahra ?!

azzahra

Dia adalah putri Rasulullah Muhammad ibn Abdillah saw dari istri tercintanya yaitu Khadijah alkubra.

Lahir pada hari Jum’at 20 jumadil tsani sekitar 8 tahun sebelum hijrah dan wafat pada 11 H di tahun yang sama dengan wafat ayahnya.

Tidak seperti Qasim dan Ibrahim, Fatimah adalah satu-satunya anak Rasulullah yang tidak meninggal di masa kanak-kanak. Keturunan Sang Nabi berlanjut dari keturunan fatimah yang mana ia mempunyai 4 anak dari suaminya yaitu Ali bin Abi Talib, 2 laki dan 2 perempuan: AlHasan, AlHusain, Ummu Kultsum dan Zainab.

Masa hidup siti Fatimah lumayan singkat di dunia, karena menurut semua riwayat dia tidak sampai melalui usia 25 tahun bahkan banyak yang menyatakan hanya 18 tahun. Namun yang menarik perhatian adalah bahwa dalam masa yang sebegitu singkat ia dapat mencapai  kedudukan tertinggi  yang tiada taranya di kalangan semua wanita. Hal ini mengisyaratkan pada derajat yang sebenarnya bukan hanya dihasilkan dari amal di bumi tetapi dari tingkat keagungan dan kesucian jiwa yang menyerap cahaya ilahi. Siapapun yang mempelajari hadis-hadis Nabi tentangnya dan membaca sejarah maka ia akan mengetahui ada suatu rahasia agung yang termanifestasi dalam wujud Fatimah.

Ummul Mu’minin siti Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah memperilakukan Fatimah dengan perlakuan yang khusus dan sangat istimewa hingga bahkan saat semua istri nabi sedang majlis bersama Rasulullah saw lalu datanglah Fatimah, beliau bangkit menyambut kemudian jalan menyendiri demi berbincang dengannya. (diantaranya lihat riwayat di Aljaami’ alsahih albukhari. Mengenai riwayat siti Aisyah saat melihat Fatimah menangis kemudian tertawa tatkala diberitakan suatu kabar rahasia oleh Rasulullah.)  

Mengenai siti Fatimah ada banyak sekali hadis Nabi yang beliau sampaikan di berbagai situasi dan kondisi. Sebagaimana layaknya sebelum mendengar dari siapapun tentang Fatimah, dan saat membaca sejarah hidupnya, pertimbangkan saja dahulu langsung dari apa yang dikatakan sang utusan Allah dan kekasih-Nya Rasulullah saw yang mana tidak berbicara kecuali dengan apa yang telah Allah wahyukan  ( وما ينطق عن الهوى ان هو الا وحي يوحى ) :

“Fathimah Adalah penghulu wanita sepanjang zaman dari awal sampai akhir.”

Yakni kedudukannya mengungguli ke 3 Sayyidatun Nisaa sebelumnya yaitu Khadijah (istri Rasulullah) Maryam (Ibu Nabi Isa) dan Asiyah (Istri Fir’aun).

 “kedudukan tertinggi para wanita di surga adalah bagi Maryam Khadijah Asiyah dan Fatimah.

 Fatimah adalah yang tertinggi kedudukannya dari  semua wanita surga.

 “Jika aku rindu aroma surga aku mencium Fatimah.”

Tidak heran kalau riwayat mengisahkan bahwa pada saat Siti Khadijah hendak melahirkan Siti Fatimah, kedua wanita termulia sebelumnya yaitu Siti Maryam dan Siti Asiyah turun ikut serta membantu persalinannya.

Hadis berikut ini lebih dahsyat lagi karena sangat dalam maknanya. Untuk benar-benar  memahaminya  seseorang perlu luas dalam wawasan ilmu agamanya. Saya belum memahami apalagi menjelaskan, oleh karenanya judul catatan ini saya tulis seperti di atas, karena yang belum memahami makna hadis2 berikut maka dia belum mengenal Fatimah. Namun tidak mengapa kalau kita mencoba berfikir bersama;

Jelas hadis berikut ataupun yang sebelumnya bukanlah sekedar pujian seorang ayah pada putrinya. Kalau ayahnya bukan Nabi mungkin saja, tapi kata2 ini dari sebaik-baik utusan-Nya dan sudah ditegaskan oleh Allah bahwa dia tidak berbicara dari hawa nafsu atau emosi , dia hanya berbicara dari wahyu Allah yang maha Esa. Jadi tidak ragu ada suatu makrifat agung dari yang Nabi sampaikan itu;

“Fathimah adalah ruhku yang hadir diantara kedua sisiku.”

“Fatimah adalah ibu dari ayahnya.”

Orang yang berfikir dangkal dan berilmu cetek akan menganggap hadis tersebut sekedar pujian dari ayah yang kebetulan seorang nabi untuk putrinya. Hal itu timbul karena dia melihat perkataan itu adalah perkataan sosok seorang ayah. tetapi coba ingat lagi firman Allah, yang mana sebelum mengukuhkan, Dia menafikan secara total (wa ma yantiqu/ dan tidaklah dia (Muhammad) berbicara dari hawa.. In huwa illa wahyun yuuha), jadi lihatlah hadis itu dari seorang utusan Tuhan dan kekasih-Nya. Kalam itu adalah kalam RasuulAllah, bersih dari basa basi atau sekedar pujian untuk seorang putri. Maknanya memang belum sebegitu komprehensif bagi saya, tetapi yang pasti hadis tersebut menyimpan sebuah rahasia teragung dari wujud sosok Fatimah sehingga siapapun yang mendapati makna hakikinya maka kedudukan tinggi Fatimah dan makna semua hadis lainnya tentang derajat Fatimah akan menjadi gamblang dan jelas di mata hatinya. Bukan hanya itu, banyak rahasia lain mengenai alam arwah dan malakut dan alam2 yang lebih tinggi akan terungkap.

Kalaupun kalam Nabi tersebut adalah suatu pujian majazi saja, maka tiada kata-kata pujian seorang ayah kepada anaknya sepanjang sejarah yang mendahului ibarat itu atau malampaui makna semacam itu, sebab hal itu tidak akan terlintas dan takkan terucap kecuali dengan pemahaman suatu makna agung yang terasa terlebih dahulu. Kalaupun kata-kata itu (أم أبيها  /ibu dari ayahnya) terucap dari sosok selain Nabi, maka orang itu layak mendapat medali karena akal semua ayah yang hidup sebelumnya tak pernah sampai pada makna tersebut, atau medali karena mempunyai putri terbaik sehingga membuat makna pujian itu terlintas di benak, terasa di hati, dan terucap di lidah. Bahkan penyair yang paling peka dan jitu pun tak pernah sampai pada fenomena puja anak sederajat itu.

oleh karenanya sabda Nabi tersebut sangatlah berat timbangannya karena telah mengantar makna hakikat yang melampaui pemahaman materi dan biologi serta mengajak akal untuk terbang ke alam yang lebih besar. Perkataan beliau itu sebegitu singkat dan spesifik tertuju pada Fatimah namun di saat yang sama telah memberikan isyarat yang luar biasa sehingga bisa menjadi panji bagi siapa saja yang sudi mendalami lautan makrifat ilahi.

Kalau pengetahuan agama Anda sebegitu kering dan jauh dari pemahaman batin, maka mungkin berat bagi diri untuk memahami dan malah mengira bahwa itu berlebihan. Tetapi coba renungkan sejenak;

bukankah Allah SWT telah berfirman dalam Kitab-Nya surat Alimran ayat 42:

 وَإِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).  

Kepada siti Maryam, “Allah telah memilih kamu…mensucikan kamu, dan mengunggulkan kamu atas wanita di dunia.”

Sabda Nabi yang disepakati oleh semua perawi dan ulama muslimin bahwa Fatimah adalah sayyidati nisaail aalamin untuk semua sepanjang zaman. Bahwa Asiyah, Maryam, dan Khadijah adalah pemuka wanita termulia di zamannya sementara Fatimah dari awal sampai akhir yang mana ketiga wanita termulia itu termasuk di dalamnya. Maka hal itu telah menjelaskan derajat Fatimah yang teristimewa sehingga ekstensi ayat tersebut yang untuk siti Maryam juga disandang oleh Fatima dan untuk sepanjang masa.

Sebenarnya catatan ini saya tulis sebagai sebuah PR supaya tidak lupa untuk mengkaji lebih jauh dan mempelajari lebih serius, tetapi saya pikir tiada salahnya untuk berbagi sebagai pengantar untuk mengenal, semoga bermanfaat dan mungkin ada juga yang sudi menambahkan atau berbagi ilmunya nanti.
Bukankah Allah telah menurunkan kitab dan syariat-Nya sebagai teori dan manual agar manusia bisa meraih kebahagiaan di sepanjang hidupnya dari alam yang terendah sampai tertinggi, dari dunia sampai akhirat. Dan Allah juga telah mengutus seri tauladan dengan hadirnya para nabi dan wali yang berperan sebagai contoh nyata untuk manusia dan juga wadah rahasia makrifat-Nya. betapa banyak rahasia ilahi yang tertitip pada sosok-sosok pilihan-Nya terutama dalam pribadi Rasulullah sang kekasih-Nya itu sendiri sehingga dia menjadi  rahmatan lil alamiin/ rahmat bagi alam semesta dan semua makhluk jadi jika ada sosok yang beliau nyatakan sebagai bagian dari dirinya, Ruhnya dan juga Ibunya, maka tentu sosok tersebut menyimpan suatu rahasia agung yang tersembunyi sebagaimana kuburannya juga tersembunyi dan mayoritas muslimiin tidak pernah ada yang tahu secara pasti.  

Sabda beliau lainnya: “Allah rela dengan kerelaan Fatimah dan murka dengan murka Fatimah.”

 

Berikut diantara kata2 Sayyidah Fatimah Az-Zahra:

Allah telah jadikan Iman sebagai pensucian untuk kalian dari syirik.

Shalat sebagai pembersih dari sifat sombong.

Zakat sebagai penyucian diri dan meluaskan rezeki.

Puasa sebagai penanam rasa ikhlas.

Haji sebagai pengokoh agama.

Keadilan sebagai penglaras dan penenang hati.

Ketaatan kepada kami sebagai system untuk ummat

dan kepemimpinan kami sebagai pengaman dari perpecahan.”

 

Hadis-hadis mengenai Siti Fatimah tersebut bisa dibaca lengkapnya di kitab2 rujukan di bawah ini: 

صحيح البخاري ج 3 كتاب الفضائل باب مناقب فاطِمَة ص 1374/ مستدرك الصحيحين ج 3 باب مناقب فاطِمَة ص 164/ سنن الترمذي ج 3 ص 226/ كنز العمّال ج 13 ص 93/ منتخب كنز العمّال ج 5 ص 97/ الجامع الصغير ج 2 ص 654 ح 5760/ سير أعلام النبلاء ج 2 ص 123/ الصواعق المحرقة ص 187 و 191/ خصائص الإمام عليّ للنسائي ص 118/ ينابيع المودّة ج 2 ص 79/ الجوهرة في نسب عليّ وآله ص 17/ البداية والنهاية ج 2 ص 60.

3 comments on “Saya ingin mengenal siapa Fatimah Az Zahra ?!

  1. farhan mengatakan:

    Alhamdulillah…dan semoga Alloh memberikan kepada kita dr segala yg dimiliki-Nya agar kenal dan cinta kepada bidadari yg menjelma manusia…Ilahana amiiin…
    Trimakasih ilmunya.

  2. xq-prel"suisea" mengatakan:

    “mengenai wafatnya siti fatimah kok tidak terpapar terlalu jelas ya kak, kurang banyak(ditail)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s