Negeriku Bukan Tong Sampah!!

sampah_kali

Suatu hari, bersama istri, saya pergi berlibur ke pulau Anyer. Kami tinggal di villa kawan yang mengundang. Siang hari, ketika kami sedang duduk minum teh sambil menghadap dinding kaca menikmati pemandangan indah laut bebas yang terbentang, terlihatlah seorang pembantu penjaga villa yang membersihkan semua meja teras. Dia mengumpulkan sisa makanan yang ada di meja dan menuang isi asbak ke nampan yang dibawanya.. dia berjalan lurus ke depan dan tanpa merasa bersalah dia buang semua sampah yang ada di nampan itu ke tepi laut di bawah.
Kaget dan Luar biasa sedihnya kami. Yang menyakitkan adalah berarti itulah yang dilakukan penjaga itu setiap hari. Kami pun memutuskan untuk bangkit dan melihat tepi bawah laut bebas yang tersembunyi di balik dinding fondasi villa itu. Ternyata benar. Pasir putih tepi pesisir laut sudah tertutupi sampah yang membukit. Kami tengok kanan dan kiri dan ternyata itu bukan hanya depan villa yang kita tempati saja, melainkan sejejernya juga demikian. Kalau masyarakat rata2 seperti itu, maka tidak heran pulau seribu telah lama menjadi halte sampah2 yang berlayar dari laut ancol. Betapa mengilukannya kala kita melihat dari sungai sampai laut penuh dengan sampah berenang. Ini adalah air mata tanah air yang seakan tak pernah terusap.

sampahJ
seakan sudah hal yg biasa dan lumrah kalau kemanapun kita berjalan bisa melihat sampah di mana-mana. sekarang kan sudah tahun 2014.. betapa sedihnya kita melihat negeri tercinta yang penuh dengan pemandangan Indah namun selalu ditusuk oleh dominasi kehadiran sampah. Perhatikanlah.. tiap pinggiran jalan bahkan kadang tengahnya pasti diwarnai sampah. Kalau pun makan di restoran, apalagi yang di pinggir jalan sudah pasti ada dua makhluk lain yang nimbrung ikut makan bersama (tikus dan laler). Betapa memalukan.. Tapi bukan karena urusan malu, ini adalah pokok kesehatan jiwa raga manusia. Negara2 lain sudah punya management sampah yang bagus dan hampir ada tersusun rapi di setiap sudut. Isinya sudah dipisah dan diberi warna ada yg yang khusus kardus, plastik, dan sisa tanaman dan ada yg untuk bisa recycle. Indonesia bukan hanya Indah tapi juga negeri yang kaya raya, masa sampai saat ini semua tanahnya masih harus menjadi area bebas buang sampah? Jumlah penduduk bukan alasan kawan, lihat saja tuh Cina jumlah penduduknya jangan ditanyalah, tapi kotanya2 masih jauh lebih bersih, banyaknya jumlah penduduk berarti kan juga tambahnya jumlah tenaga. Dalam hal ini jelas ada ketidak sadaran dari masyarakat. Kita masih sering lihat orang melempar sampah dari mobilnya di tengah jalan, bahkan di jalan tol sering saya lihat. Masyarakat umum dari hampir semua level seperti acuh tak acuh saja.

bagaimana bisa mau hidup enak di negerinya seperti itu. Di sisi lain semua juga kembali ke pemerintah, selain semestinya sudah berhasil mengatasi masalah ini dan memanage dengan baik, penyadaran masyarakat luas juga harus lebih digalakkan baik dengan iklan2 yang terus mengingatkan di media dan juga penyadaran langsung. Benar pemerintah memang bertanggung jawab untuk memberi fasilitas pembuangan dan pengaturan sampah dengan baik, tetapi bukan berarti kita sebagai rakyat bebas buang sembarangan. Setiap individu mempunyai tanggung jawab besar atas kebersihan jiwa raganya dan lingkungannya.
Sampai kapankah kita harus bangun pagi menatap pemandangan indah dan menghirup udara segar namun selalu terganggu dengan orang2 yang bakar sampah di sana sini. Sampah selalu dikumpulkan saja di sembarang tempat, dibakar sampai asepnya selangit lalu dijadikan buat pupuk…hal ini berlangsung terus menerus generasi demi generasi seakan tiada cara yang lebih baik. Dimanakah kesehatan, di manakah kebersihan, dimanakah keindahan, dimanakah jiwa manusia, dimanakah pemerintah..? biarlah saya sekedar bertanya tetapi tetapi yang dimaksudkan adalah tantangan bagi semua dan hendaknya dimulai dari setiap jiwa untuk dirinya sendiri, keluarganya, lingkungannya. Taruhlah sedikit rasa tanggung jawab sehingga kita bisa pahami bahwa kala kita bertanggung jawab dalam membuang sampah maka pada saat yang sama kita bukan sekedar membersihkan ruangan sekitar jasad namun membersihkan jiwa juga sehingga diri bisa hidup lebih bahagia. Percayalah kalau Anda mulai rapi dan bertanggung jawab dalam membersihkan sampah sekitar, hidup pun akan lebih enak, rezeki akan terbuka, dan jiwa kan lebih bahagia. Apalagi dengan niat tulus Ini bisa menjadi amal ibadah yang kan sangat menghasilkan dan bermanfaat dunia akhirat. Semoga pemerintah dan gubernur kota2 RI kan lebih menaruh perhatian khusus perihal ini, mencari solusi dan fasilitas terbaik dan terus berupaya menyadarkan masyarakat. “kebersehian adalah dari Iman.” Dimanakah Iman kita ?

perkenankanlah saya ingatkan dengan;

PANCASILA,
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang Adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan..
5.Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Tolong jangan korupsi dan jangan buang sampah sembarangan!!
sayangilah tanah air, agar ia sayang dengan kita semua!

Monggo lihat betapa menyedihkan juga:

http://www.kompasiana.com/ratnahermawati/negeriku-bukan-negara-sampah_550dc6ce8133116d2cb1e58b

http://www.adirafacesofindonesia.com/article.htm/87/Negeriku-Bukan-Tempat-Sampah…—

sampah1

This entry was posted in Article.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s