JOEKARNEDY di KAA

jokarnedy

“Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF, dan ADB adalah pandangan yang usang dan perlu dibuang. Saya berpendirian pengelolaan ekonomi dunia tidak bisa diserahkan pada tiga lembaga keuangan itu. Kita mendesak reformasi arsitektur keuangan global.

Saat ini butuh pimpinan global yang kolektif dan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang bangkit sebagai negara berpenduduk muslim di muka bumi dan Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga di dunia siap memainkan peran global. Indonesia siap bekerjasama dengan berbagai pihak mewujudkan cita-cita itu” (Jokowi- April-2015-KAA)

Waduh ini keberanian.. he defenetely got the guts.. Hampir mendekati nekat. Impressive! Bukan hanya soal Palestina, tetapi melepas borgol bank dunia. Bisa2 akan tambah dihancurkan karakternya, ekonomi tambah diserang, rakyat tambah dipanaskan dan upaya penggulingan bisa semakin terlihat. Bagaimanapun juga yang pasti dia telah terjemahkan bahasa kaum tertindas di sana, secara resmi di KAA, di hadapan mata dan telinga dunia. Bahasa kebenaran yang dengannya memperlihatkan Che Ghandi Lutherking Chavez dan Kennedy beralih ke Indonesia angkat suara. Bukankah setelah serius menegaskan masalah itu Soekarno digulingkan, kala menarik diri dan mulai hendak menasionalisasi Soeharto pun digulingkan. Ketika Kennedy fokus mengangkat masalah itu
(lihat;http://www.michaeljournal.org/kennedy.htm , http://rense.com/general76/jfkvs.htm , https://www.youtube.com/watch?v=xhZk8ronces
dia menjadi sasaran peluru di Dallas.

Suara tersebut kini bergema dari bandung kawan, dari pojok dunia, dari negara yang biasa dimainkan saja, dari pemerintahan yang biasanya hanya perlu dibujuk atau di-intimidasi saja. kini Indonesia ingin benar-benar merdeka, bukan hanya sendiri, tetapi bersama-sama. Merdeka dari belenggu ekonomi setan dunia, dari jajahan dajjal durjana. Merdeka bersama semua negara dunia yang selama ini sengaja di buat terbelakang dan ekonominya dikuras hilang.
Suara itu sendiri seakan menyatakan “Siap-siaplah” dunia, Indonesia sudah letih menjadi pion, kini ia kan melangkah menjadi ratu dalam catur politikmu.
Namun dengannya kan banyak tekanan tajam dari luar, cobaan dari dalam, dan teriakan kaum khawarij yang keluar dari Shiffiin.

Ada hal yang saya sedihkan, diantaranya ketika kita mengapresiasi Presiden saat ini, maka ada yang menerjemahkan berarti mendiskreditkan calon yang tidak jadi, padahal masa kampanye sudah selesai. Masing2nya mempunyai pengaruh besar sementara Title adalah nama Tugas dan tanggung jawab dan keduanya adalah sama2 nomor satu untuk niat tulus kerja mereka membangun bangsa. Tidak harus kita selalu melihat dengan buruk sangka dan fanatik buta, Mereka bisa jadi sudah saling siap bekerja sama demi negara dan bangsa. Mengapa harus selalu masih membuat kubu dan berfikir harus saling main siku? ketika memuji yang satu tidak harus berarti menghina yang lain, para penulis analisa juga layaknya tidak terpancing untuk membanding2kan yang sudah tidak lagi diperlukan. Pola pikir kampungan ini masih terasa kental di banyak berita dan tulisan2 lepas. Ini adalah kebodohan yang menjadikan bangsa lemah dan tak pernah bisa bersatu dalam kancah. Memang pasti selalu ada pihak yang suka memecah belah demi kepentingannya yang berdarah, namun masyarakat hendaknya bisa lebih dewasa dan tidak mudah difitnah.
Berfikir positif itu penting bukan hanya dalam sikap individual, tetapi sosial.

Dan pada hari ini di dalam gedung ini berkumpullah pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa yang tadi itu! Mereka bukan lagi menjadi mangsa kolonialisme. Mereka bukan lagi menjadi alat perkakas orang lain dan bukan lagi alat permainan kekuasaan-kekuasaan yang tak dapat mereka pengaruhinya. Pada hari ini Tuan-tuan menjadi wakil bangsa-bangsa yang merdeka, bangsa-bangsa yang mempunyai tokoh dan martabat lain di dunia ini.

Orang sering mengatakan kepada kita, bahwa “kolonialisme sudah mati”. Janganlah kita mau tertipu atau terninabobokan olehnya! Saya berkata kepada Tuan-tuan, kolonialisme belumlah mati. Bagaimana kita dapat mengatakan ia telah mati selama daerah-daerah yang luas di Asia dan Afrika belum lagi merdeka! (Soekarno- April 1955-KAA).
Kita mendesak reformasi arsitektur keuangan dunia, menghilangkan dominasi kelompok negara atas negara lainnya.

Terpampang di hadapan kita ada 20 negara kaya, sementara 1,2 milyar jiwa tidak berdaya dalam kemiskinan. Dunia yang kita warisi saat ini sarat dengan ketidak-adilan, kesenjangan. (Jokowi- April 2015).

Saya kurang percaya reinkarnasi, tapi kemarin saya lihat Soekarno telah kembali.

Menulis politik sebenarnya bukan gado2 saya, tetapi melihat apa yang disampaikan di KAA kemarin telah mengundang gairah untuk memberi note catatan kaki ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s